Jam kosong kuliah itu menyenangkan!

Mungkin kebanyakan mahasiswa merasa senang jika ada kuliah dibatalkan karena dosen berhalangan. Mungkin juga ada sebagian mahasiswa yang berpikir bahwa 25% absen adalah hak atau jatah mahasiswa untuk tidak masuk kuliah. Analog dengan itu, orang Katolik mungkin juga punya pikiran bahwa ke gereja itu wajibnya cuma satu kali dalam seminggu. Itu pun kalau berhalangan dengan alasan urusan seperti orang Samaria yang baik hati, ya gak apa-apa gak usah ke gereja.

Tomas dalam Injil hari ini mungkin bisa dipadankan dengan mahasiswa yang gak punya ikatan emosional dengan ‘persekutuan’ kuliah dan kumpulan pengikut Kristus yang berkumpul karena kewajiban itu. Bahkan meskipun teman-temannya mengatakan bahwa mereka telah melihat Kristus yang bangkit, Tomas malah dengan lantang menuduh mereka orang yang bego’, yang gampang percaya pada orang lain. Jangan percaya cuma karena omongan orang lain, buktikan sendiri brow!

Sions_Kirke_Copenhagen_altar

Ada yang keliru dengan sudut pandang yang diambil mahasiswa dan Rasul Tomas itu meskipun pasti mereka punya alasan: dosennya gak mutulah, mata kuliahnya gak penting-penting amatlah, mau main game online, ada bisnis yang nanggung untuk ditinggallah, ada pertemuan bisnislah… Mungkin juga alasan utamanya adalah malas, dan dibungkus dengan aneka rasionalisasi. Pokoknya, sudut pandang yang dipakai Tomas dan mahasiswa ini lebih bersifat formal, berkenaan dengan bukti fisik, kegunaan immediate, pragmatis, dan sejenisnya. Tomas dan mahasiswa seperti itu gagal mengambil sudut pandang yang lebih dekat dengan hal yang pokok dan penting dari suatu persekutuan, perkuliahan, ibadat bersama, dan sebagainya.

Kalau poin ini disangkutkan dengan Ekaristi, tentu aneka macam alasan bisa disodorkan orang untuk absen: misanya gak bernyawa, pastornya njelehi, kotbahnya gak mutu, umatnya orang-orang munafik, mereka itu kecanduan hal-hal yang seremonial doang!

Orang mungkin lupa bahwa hidup manusia normal itu ada dalam kategori ruang-waktu. Jika orang berada di suatu tempat, ia juga ada di suatu waktu; dan sekurang-kurangnya bagi pemula, tidak semua tempat mengarahkan orang pada relasi pribadi dengan Allahnya, dengan dirinya sendiri juga. Konkretnya, tidak semua orang bisa dengan mudah berdoa, merefleksikan diri di stadion sepak bola atau di supermarket. Kebanyakan orang butuh ruang tertentu untuk menggali kedalaman hidupnya.

Lha, kalau pun kotbah pastor amburadul dan misanya tanpa greget berlangsung satu jam setengah, bukankah waktu satu setengah jam di gereja itu bisa dipakai untuk berdoa juga?
“Makanya mending doa di rumah kan, Romo?”
Nah itulah yang dialami Tomas, ia absen dalam persekutuan jemaat dan kehilangan peneguhan Kristus yang telah bangkit dalam kebersamaan; atau mungkin lebih persis, ia menunda waktu berahmat untuk semua orang! Ada momen bahkan ketika orang tidak suka pada persekutuan, Tuhan hadir meneguhkan orang, menyatakan kerahiman-Nya, entah bagaimana caranya. Tomas kehilangan momen seperti itu. Lost time is never found again, begitu kata Benjamin Franklin…

imagesCASIW5WVMINGGU PASKA II A

Kis 2,42-47
1Ptr 1,1-9
Yoh 20,19-31

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s