EKM: Emangnya Kamu Misa?

EkaristiEKM sudah populer dikenal sebagai Ekaristi Kaum Muda.
Pada umumnya EKM ini digambarkan sebagai misa orang-orang muda dengan menu tarian, musikalisasi puisi, visualisasi cerita kitab suci atau drama hidup sehari-hari, dengan iringan kor maupun band, dengan bintang tamu dan simbol-simbol orang muda. Akan tetapi, biasanya sih ya ‘gitu-gitu aja’ karena mau dibuat variasi apa sih misa itu? Sebelum Liturgi Ekaristi bisa saja diutak-atik dengan aneka model penampilan untuk menerjemahkan Sabda Tuhan, tetapi pokoknya kalau sudah mulai persembahan kan ya standar begitu saja ya… Aku percaya bisa saja diletakkan sebelum doa penutup, atau bahkan kemuliaan, atau bagaimanapun mau diberi landasan teologis, tetapi jelas bagian Ekaristi – komuni gak bisa diutak-atik.

Orang-orang muda (dan mungkin juga orang tuanya) gak suka kotbah yang muter-muter (dan karena itu lama), lagu-lagu misa yang itu-itu aja (tapi kalau lagunya variatif terus apa ya semua bisa ikut bergembira dan join nyanyi? Kalo cuma mau dengar lagu baru mah mending browsing atau nonton di tempat lain toh?). Barangkali soal lagu dan kotbah pastor ini jadi tolok ukur asik enggaknya misa untuk orang muda.

Saya kenal seorang imam yang hidupnya sangat enerjik dan kompetensinya adalah bidang liturgi, termasuk di dalamnya ialah misa atau Ekaristi. Satu istilah yang dia tidak bisa paham ialah animasi liturgi. Film animasi malah dia tahu, tetapi dia tak habis pikir dengan istilah animasi liturgi (termasuk misa juga toh). Tentu dia tahu maksud kata animasi: memberi jiwa, memberi suasana penuh gairah, semangat, meriah dan seterusnya. Akan tetapi, saya setuju dengannya, animasi itu tidak datang dari luar: gitar, band, sound system, aneka gerak dan lagu, dan sebagainya. Bagi dia, animasi liturgi itu omong kosong! Misa ya misa, sudah ada pakemnya.

Animasi itu datang dari dalam diri orang dan memicu perjumpaan yang menggairahkan. Asesoris luar bisa saja menolong, tetapi gak mutlak dan bahkan bisa menjadi gangguan kalau anima-animus orang-orang mudanya gak ketemu: masing-masing sibuk dengan pikiran sendiri, gak bisa memandang orang-orang di sekitarnya sebagai “saudara dalam Kristus” dan bersama-sama terlibat merayakan Ekaristi. Dengan kondisi seperti itu, misa adalah tontonan. Kalau gak ada keterlibatan, ya sebetulnya gak ada perayaan syukur bersama, dan kalau gak ada perayaan syukur bersama, berarti imamnya doang yang “bikin misa”. Yang lainnya nonton, syukur kalo romonya bule cakep, pinter nyanyi, kotbahnya pas nuncep kena hati… Jadi, semeriah dan sehebat apapun kor, penyelenggara dan romonya, tanpa keterlibatan umat itu tadi, suatu EKM bisa menjadi singkatan pertanyaan: Emangnya Kamu Misa? Kamu kan cuma nonton doang tuh mahasiswi-mahasiswi yang nyanyi atau menari atau baca puisi atau jadi MC atau apa lagi deh…

Animasi yang datang dari dalam itu sebetulnya bisa dirangsang dengan suatu gerakan yang lebih menarik daripada Ekaristi Kaum Muda, yaitu Eucharistic Youth Movement. Lebih tepatnya, EKM itu bakal jos kalau diletakkan dalam konteks gerakan Ekaristi kaum muda ekaristis: kaum muda yang menghidupi semangat Ekaristi, yaitu memecah-mecah roti, berbagi rahmat dengan sesama orang muda dengan aneka macam bentuk dan kegiatannya. Gerakan ini merupakan afiliasi Kerasulan Doa yang hendak merangkul kaum muda sebagai the 13th apostle  Sumonggo dipikir-pikir bersama, terutama orang-orang muda…

A-way-of-life-with-Jesus

6 replies

    • O ya? Seperti apakah itu abusenya? Saya sangat jarang ikut EKM dan belum bisa membayangkan abuse liturgi itu seperti apa. Kalau liturgi disalahgunakan pasti juga ada tujuan di luar liturgi ya; tapi apakah itu?
      Yang bisa saya bayangkan hanyalah bhw penyelenggara EKM tak tahu Ekaristi, tak mengerti bagian2 pokok yang tak bisa dihilangkan dan bagian2 sekunder yang memang tidak wajib.
      Terima kasih sudi mampir.

      Like

Leave a Reply to moset Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s