Man behind the scene…

Perumpamaan tentang benih ini biasanya dipahami sebagaimana orang memahami perumpamaan tentang talenta: seberapa jauh ia menghasilkan buah, seberapa jauh talentanya dikembangkan. Akan tetapi, kalau kurang jeli, bahkan umat beriman pun bisa tersesat ke arah pemegahan diri sebagai pusat semesta, orang bisa terbutakan oleh orientasi pada hasil dan prestasi. Ini jelas tak sejalan dengan azas dan dasar.

Pokok perumpamaan Injil hari ini jelas mengenai Sabda Allah. Poinnya ialah bagaimana orang mendengarkan Sabda Allah itu. Semakin baik orang mendengarkannya, semakin Sabda Allah itu menyuburkan bumi, dan Sabda itu tidak akan kembali dengan sia-sia. Ini tentu masih abstrak. Biar sedikit lebih gampang, mungkin baiklah dicermati gambar dari Sony Pictures ini.

902539 - KARATE KID

Harald Zwart tidak ikut bermain film Karate Kid tetapi ia adalah sutradaranya. Sebagai sutradara memang ia tidak punya kewajiban mempertontonkan kemampuan ber-acting, tetapi ia mengupayakan supaya acting terbaik bisa terjadi dalam adegan filmnya. Ia ikut memungkinkan Jaden Smith mengeluarkan segala kemampuannya untuk membuat sebuah film yang menarik. Itulah mengapa auctor intellectualis sebenarnya lebih berperan besar daripada aktor atau aktrisnya sendiri.

Perumpamaan Injil hari ini mengundang umat beriman untuk memegang erat-erat Sabda Allah, bukan untuk kesucian, kesuksesan, atau citra pribadi, melainkan supaya Sabda Allah itu tetap hidup dan memungkinkan semua orang menjalankan fungsi masing-masing sebaik-baiknya. Memang belakangan ini yang mencuat ke permukaan adalah Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Akan tetapi, sebenarnya yang pantas diamati adalah juga bagaimana sutradara tersembunyi berperan di situ.

Setiap umat beriman pun perlu bertanya apakah ia menjalankan peran sutradara supaya Sabda Allah hidup merasuki masyarakat. Gerakan sosmed bisa menjadi salah satu ajangnya: monitoring perolehan suara, petisi-petisi terhadap aneka ketidakadilan, dan sebagainya. Gerakan seperti ini, dalam terang Sabda Allah, tidak dimaksudkan untuk menyerang pihak tertentu, tetapi untuk mengungkap kebenaran dan membela keadilan.

Seandainya setiap umat beriman mau menjadi the man behind the scene….


MINGGU BIASA XV A/2
13 Juli 2014

Yes 55,10-11
Rm 8,18-23

Mat 13,1-23

3 replies

  1. Saya kok masih bingung nggih rama. Yang mudah saya pahami kok seperti ini ya, Tuhan adalah Sang Sabda yang menganugerahkan sabdaNya kepada dunia dan hendaknya manusia mendengarkanNya, memahami sabdaNya, dan melaksanakan sabdaNya dalam kehidupan sehari-hari. Perihal menjadi sutradara dari sabdaNya kok membingungkan saya nggih. Bagaimana rama?

    Like

    • Betul Damar. Yang kamu pahami itu sudut pandangnya kamu berhadap-hadapan dengan Allah, Sang Sabda. Yang kuuraikan dalam catatan ini sudut pandangnya manusia yang bersama Sang Sabda. Bukankah Allah sendiri juga bisa dilihat sebagai Sang Sutradara? Kalau begitu, bukankah kita juga jika mendengarkan arahan Sutradara dan semakin paham arahannya lama kelamaan juga bisa ambil peran sebagai asisten Sutradara itu? Ini soal sudut pandang, Damar; dan mengubah sudut pandang itu memang butuh ‘klik’ tertentu… pengandaiannya kita sudah akrab dng Sang Sabda sendiri. Dalam bahasa Latihan Rohani Ignasius, pengandaiannya ialah umat beriman masuk dalam misteri inkarnasi, seolah-olah ia menjadi seperti Kristus yang masuk ke dalam dunia…
      Tengkyu ya komentarnya, semoga tanggapanku membantu. Kalau belum jelas lagi, ya tanya lagi, haha…

      Like

Leave a Reply to romasety Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s