Sudah Bersyukur?

Teks bacaan hari ini semakin meyakinkan saya bahwa Paska bukan lagi soal merayakan kebangkitan Guru dari Nazareth atau Nabi Isa atau Yesus Kristus yang sangat kontroversial itu. Kontroversi itu hanya melahirkan aneka macam doktrin teologis seturut perspektifnya masing-masing dan itu tak lagi menarik perhatian, sekurang-kurangnya perhatian saya.
Dikisahkan bahwa Maria Magdalena meratap, menangis di dekat makam Guru dari Nazareth. Dialognya dengan dua orang asing yang diidentifikasi sebagai malaikat itu menunjukkan salah satu kontroversi mengenai kebangkitan: di kepala Maria ada konsep bahwa jenasah gurunya diambil orang. Ini mirip dengan hoaks yang dihembuskan pemimpin agama untuk menyangkal kebangkitan Yesus.

Maria sudah melangkah masuk ke dalam makam tetapi pemahaman imannya belum melangkah jauh ke dalam misteri kebangkitan [juga kalimat ini oleh pembaca bisa jadi masih dimengerti sebagai soal kebangkitan Yesus 2000 tahun lalu]. Maria masih terpaku oleh tampilan fisik gurunya dan hanya dari perspektif itu ia tertambat pada gurunya. Ia belum tersentuh oleh misteri kebangkitan, bahkan juga pada momen perjumpaannya dengan Yesus yang sudah bukan lagi dalam rupa jenazah, ia masih meyakini versinya sendiri mengenai kematian gurunya. Tak ada konsep kebangkitan yang terhubung dengan gurunya sendiri.

Maria mulai melangkah ke dalam misteri kebangkitan ketika guru ‘baru’-nya itu menyebut namanya. Namanya jadi pintu masuk bagi misteri kebangkitan untuk hadir dalam pergumulan hidup recehnya dan memang begitulah: Allah yang misterius itu, misteri kebangkitan, butuh pintu masuk ke dalam kemanusiaan. Pintu masuk ini pasti tak terbatas oleh nama ‘Maria’. Narasi teks hari ini malah menggarisbawahi bahwa pintu masuk itu begitu fleksibel dan selalu klop dengan zaman dan situasi orang-orangnya, termasuk di situ juga aneka ragam agama.

Maka dari itu, apakah agama-agama bisa jadi pintu masuk misteri kebangkitan ini akhirnya bergantung juga pada orang-orangnya. Kalau orang-orangnya hanya menghayati hidup yang penuh ratapan seperti Maria Magdalena di dekat makam itu, agama tak lagi inspiratif. Jika orang-orangnya hanya tertambat pada appearance, ritual, doktrin, agama cuma berhenti sebagai jajanan pasar yang dibeli semata karena selera. 

Ndelalahnya kemarin saya sempat berkunjung ke suatu sekolah eksperimental semacam SD Mangunan gitu, dan justru di situlah saya lihat bagaimana misteri kebangkitan itu menemukan pintu masuknya: anak-anak yang ceria dan seakan-akan punya kebebasan absolut dalam hidup mereka, pendamping yang juga tampak bahagia dengan proses pembelajaran yang mereka tekuni. Apakah semua sekolah mesti eksperimental supaya misteri kebangkitan itu terkuak? Mungkin begitu, tetapi saya kira poinnya bukan eksperimental atau formal. Poin pentingnya ialah bahwa misteri Allah itu benar-benar menaruh hormat kepada perkembangan setiap makhluk ciptaan seturut disposisi dirinya masing-masing.

Memberantas keragaman, dengan demikian, menyangkal pesan kebangkitan, menolak Paska. Artinya, upaya penyeragaman mesti dicurigai relevansinya: apakah ini melulu mengarah pada politik identitas atau sungguh membawa setiap orang pada kepenuhan hidupnya sebagai pribadi merdeka yang senantiasa dapat menemukan makna hidupnya sendiri di tengah-tengah kebersamaan. Kalau yang terjadi adalah yang kedua ini, niscaya hidup orang sungguh-sungguh penuh syukur.

Ya Allah, mohon rahmat supaya hidup kami boleh menjadi pintu masuk bagi-Mu untuk membangkitkan semakin banyak orang dalam cinta-Mu. Amin.


SELASA DALAM OKTAF PASKA
23 April 2019

Kis 2,36-41
Yoh 20,11-18

Posting 2018: Cura Personalis
Posting 2017: Update Status Dong

Posting 2016: Kutunggu Rindumu

Posting 2015: Resurrection: Spiritual Selfie

Posting 2014: Bangkit=Tobat

2 replies

  1. Kemarin aku sempat bingung antara paskah dan paska setelah membaca tulisan sebelumnya.
    Kirain salah tulis tapi ternyata muncul lagi sehingga mau tidak mau akupun penasaran dan search.
    Ternyata oh ternyata…salah kaprah lagi. He he he

    Like

Leave a Reply to romasety Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s