Cinta Rentenir

Setiap berangkat atau pulang sekolah, saya melewati warung mebel (bacanya mèbêl) yang berjudul ‘Berdikari’. Maklum, warungnya ini persis di sebelah kompleks sekolah saya di Blok Q, Jakarta (coklat ngaku Betawi). Waktu […]

Pertama dan Terakhir

Memang tak ada (cinta) pertama tanpa (cinta) kedua. Ungkapan ‘pertama dan terakhir’ biasanya berbau lebay. Itu seperti Anda mendengar atau mengatakan ‘engkaulah satu-satunya’. Itu jelas, setiap orang unik, tak perlu digombali […]