budaya

Minta Maaf Ya

Tiga hari lalu saya awali posting dengan imbauan untuk mengampuni pemimpin tanpa perlu melupakan kesalahannya. Pemimpin tak perlu diidentikkan melulu dengan politik, tetapi juga pemimpin agama. Ndelalahnya kemarin sindiran terhadap […]

Koneksi AC-DC

Dari manakah tendensi eksklusivisme agama? Mengapa agama menghidupi paradoks universal-eksklusif: mengklaim bahwa agamanya terbuka untuk semua orang, tetapi sekaligus mengeksklusi orang yang tak memeluknya? Teks hari ini berisi mission statement […]

Jalan Setia

Saya ingat secara samar-samar permainan anak-anak zaman Dilan masih SD dulu: pada hitungan ke-12, seluruh peserta mesti mematung. Kalau pada saat mematung itu, dengan alasan apa pun, ia masih bergerak, […]