fundamentalisme

Jalan Setia

Saya ingat secara samar-samar permainan anak-anak zaman Dilan masih SD dulu: pada hitungan ke-12, seluruh peserta mesti mematung. Kalau pada saat mematung itu, dengan alasan apa pun, ia masih bergerak, […]

Petugas Ronda

Pada kesempatan ziarah tahun lalu saya tidak menyampaikan pertanyaan mengenai bagaimana para gembala memelihara domba-domba yang dipercayakan kepada mereka. Saya memang masuk ke gua yang biasa dipakai para gembala beristirahat, […]

Dicari: Liyan

Selalu dibutuhkan liyan untuk bisa melihat. Tanpa liyan, orang tak bisa melihat. Berbahagialah orang yang bernama Liyan, eaaaaa. (Ke mana ya anak itu sekarang? Jangan-jangan sudah berubah jadi Tara Liya […]

Cara Mati Sia-sia

Siapakah orang yang bisa mengatakan hidup baginya berarti (demi) Tuhan dan mati adalah keuntungan? Namanya Paulus (tapi teroris beratribut agama bisa juga sih mengatakannya). Kata teman saya, yang penting bukan […]

Echo Chamber

Dua hari ini saya mengikuti simposium mengenai masa depan ilmu-ilmu sosial. Bukan bidang saya sih, meskipun masih sodara dekat bidang saya, sama-sama anak humanities (yang seakan-akan mau diperlawankan dengan natural […]