proses

Komorbid

Mengapa mager? Karena orang cari upah dari luar dirinya alias kurang mencintai dirinya sendiri (tur ya durung karuan ngerti cinta ki piyé🤭). Mager sudah pernah jadi judul tulisan di blog […]

Iman Kok Konsumtif

Beriman itu bagaikan orang menabur, bukan orang makan bubur. Yang pertama menyebarkan benih produk. Yang kedua mengonsumsi produk benih. Celakanya, orang beragama kerap membolak-balik hal ini. Maksudnya beriman, jebulnya konsumtif […]

Jalan Damai

Di Kota Gudheg ini, saya beberapa kali jogging melewati Gang Toleransi, tapi belum pernah sekali pun saya jogging melalui Jalan Damai. Kejauhan. Saya yakin kepala dan pundak saya kuat, tapi […]

Talenta

Orang yang sungguh rendah hati tidak memendam talentanya, tetapi meletakkannya dalam pelayanan kepada Allah dan sesama. Klausa terakhir ini penting untuk menghindarkan tafsir kapitalis atas perumpamaan tentang talenta dalam teks […]

Karakter

Ada masanya ketika pengelola lembaga pendidikan yang memberi subsidi bagi keluarga sederhana atau miskin mesti ekstra hati-hati saat negosiasi mengenai uang pangkal. Bukan karena keluarga-keluarga sederhana atau miskin itu tak […]

Catatan di Langit

Saya tidak terpukau oleh lembaga pendidikan yang mendapatkan murid-murid pandai dengan seleksi ketat dan hasilnya baik. Kalau input baik outputnya baik kan ya lumrah. Malah itu jangan-jangan berarti lembaga pendidikannya […]