tragedi

Plandemi

Hari ini diperingati peristiwa Buddha: kelahiran, enlightment, dan wafat beliau. Ampuni saya karena saya belum menemukan jawaban apa yang mendorong beliau meninggalkan kemapanannya dan berusaha mencari makna di balik kenyataan […]

Diminished

“Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku!” Ini adalah gugatan yang bisa dilontarkan setiap orang beriman dengan keterangan waktu beraneka ragam di ujung keputusasaannya: saat lingkaran kesendirian menjadi bulat sempurna. […]

Nasi Mutěr

Anda sewajarnya prihatin ketika melihat kerumunan di tempat nongkrong pada saat virulensi Covid-19 meningkat. Jangankan kerumunan orang-orang nongkrong gak jelas, bahkan kerumunan orang antre sembako pun pantas membuat Anda miris […]

Minta Maaf Ya

Tiga hari lalu saya awali posting dengan imbauan untuk mengampuni pemimpin tanpa perlu melupakan kesalahannya. Pemimpin tak perlu diidentikkan melulu dengan politik, tetapi juga pemimpin agama. Ndelalahnya kemarin sindiran terhadap […]

Sarana Receh

Drastic measures are not always good. Langkah-langkah drastis bin ekstrem tak selalu baik. Ini kritik Paus terhadap tafsiran salah seorang pemimpin Gereja lokal di Italia yang mengikuti lockdown Italia dengan […]

Belajar Merdeka

Kemarin saya sempat mendengarkan uraian staf “mas menteri pendidikan” mengenai visi pendidikan ke depan. Saya tertarik soal “merdeka belajar” dan acuannya kepada Ki Hadjar Dewantara mengenai sekolah sebagai penyemaian benih […]