Collect moments, not things.
-

Portami via
Menuduh kemalasan sebagai biang kemiskinan adalah bentuk kemalasan [berpikir] juga. Betul, kemalasan bisa menyebabkan kemiskinan, tetapi kemalasan tak tercipta sebelum Adam dan Hawa. Sebaliknya, setelah Adam dan Hawa itulah kemalasan jadi penyakit masyarakat, dari level individual sampai struktural. Itu mengapa slogan revolusi mental bisa jadi modal untuk membual dan sebagian besar warga bisa jadi lebih… Read more
-

Ambisi 2
Empat tahun lalu, rupiah anjlok drastis akibat Covid. Sekarang, nilainya sedikit lebih jelek. Menurut grafik yang saya peroleh, pada 4 April 2020, rupiah bernilai 16.376, sedangkan pada 15 Juni 2024, nilainya 16.486. Abaikanlah 110 rupiah dan anggaplah setali tiga uang. Bedanya, nilai rupiah empat tahun lalu jelaslah berbiang Covid, sedangkan sekarang ini terjadi seakan melalui… Read more
-

Fair Play
Allah mengampuni dosa manusia tanpa syarat. Maksudnya, manusia tidak harus minta ampun dulu baru Allah mengampuni dosa-dosanya. Begitu juga, Anda tidak harus dibaptis dulu jadi Katolik dan kemudian datang ke bilik pengakuan dosa supaya Allah mengampuni dosa-dosa Anda. Bukan begitu konsepnya. Saya pernah bagikan cerita bilik pengakuan pada posting ngaku dosa apa gunanya. Di situ… Read more
-

I K N
“Ini mungkin penistaan terbesar dalam peradaban kita. Penghancuran waktu, fantasi, keindahan, dan seni. Kita percaya bahwa untuk membuat meja, kayu saja sudah cukup, tapi tak berani mengakui bahwa untuk membuat meja dibutuhkan bunga, seakan-akan itu hanyalah pekerjaan penyair!” Begitu kiranya refleksi seorang uskup bernama Tonino Bello. Kalau Anda mau melanjutkannya dengan refleksi artis, saya kutipkan… Read more
-

Agama Iyup
Kata “iyup” dalam bahasa Jawa berarti teduh, dan jika konsonan kedua dihilangkan, Anda tetap bisa melafalkan “iyup” meskipun tulisannya IUP, yang bisa berarti Izin Usaha Pertambangan. Siapa sih tak senang diberi kondisi teduh alias IUP? Kerennya, karena negeri Kokononohaha bertipe presidensial, bisa saja presiden bikin peraturan yang entah bagaimana gak cocok dengan semangat Undang-Undangnya dan belakangan ini, IUP… Read more
-

Bagi Dong
Pada awal abad kedua, ada hakim eksekutif kekaisaran Romawi, Plinius muda, yang kebingungan memenuhi titah Kaisar Trajanus untuk membunuh siapa saja yang mengaku diri Kristen. Kenapa dia bingung? Lha wong di wilayahnya itu, sekarang masuk Turki, berjajar aneka orang Kristen. Di kota-kotanya, begitu banyak orang mengaku Kristen: laki-perempuan, tua-muda, tuan-budak, kaya-miskin. Begitu juga halnya di… Read more
