• Tertipu

    Tertipu

    Kamu dipenjara bukan karena kejahatanmu, melainkan karena kebodohanmu. Teks utama hari ini memuat nasihat serupa, tetapi disodorkan sebagai drama Yesus mengusir binatang korban dan para peziarah di kompleks Bait Allah Yerusalem. Jika Anda naif, Anda akan menyimpulkan bahwa tidak bolehlah berdagang di tempat ibadat. Kalau Anda bergerak ke kenaifan berikutnya, Anda bisa saja menangkap nasihat… Read more

  • Emang Agak Laen

    Emang Agak Laen

    Anda boleh dan bahkan mungkin malah harus terpingkal-pingkal melihat film Agak Laen. Minimal, Anda tertawalah. Kalau tidak, yang agak laen bukan filmnya, melainkan Anda.Nah, kalau Anda bisa tertawa melihat film itu, kiranya Anda bisa jadi lebih fresh; dan kalau Anda sudah lebih fresh, kiranya pikiran Anda juga lebih gress. Dengan pikiran yang gress itu, saya… Read more

  • Kesusu

    Kesusu

    Ini intermezzo, rehat, baca-baca cerita lucu pasca pemilu yang bikin saya ngguyu. Tentu, tawa saya menyunggingkan lara, tetapi mungkin duka itu berguna jika berbasis data. Supaya Anda tidak ikut-ikutan berduka, anggaplah tawa saya ini sebagai akibat saya baperan. Beberapa waktu lalu orang penting di negeri ini bilang bahwa bantuan pangan [yang konon beda dengan bansos, mungkin… Read more

  • Naif

    Naif

    Mungkin tanpa disadari, Anda bisa jadi pribadi yang naif. Syukur kalau Anda menyadarinya karena jika demikian, kenaifan Anda itu ada manfaatnya. Kok bisa, bukankah naif itu tak ada gunanya? Oh, yang tak ada gunanya itu bukan naif, melainkan susah. Coba cek lagu “Sayonara”! Tapi, apa gunanya naif? Untuk mengantar Anda pada kenaifan yang lain! Loh,… Read more

  • Hililisasi

    Hililisasi

    Barangkali ungkapan “Bapak kencing berdiri, anak kencing berlari” bisa dicontohkan dengan judul tulisan ini. Kalau bapakku tak peduli tatanan hukum dan tabrak sana sini untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, bisa jadi aku pun tak peduli kaidah berbahasa. Maka, suka-suka Anda saja mau menafsirkan judul ini bagaimana. Akan tetapi, mestinya di akhir tulisan ini, Anda bisa… Read more

  • Capitalocene

    Capitalocene

    Hampir 20 tahun lalu, salah seorang senior saya menggambarkan era reformasi 1998 dengan alegori jenaka: bangsa ini keluar dari mulut pemerintah dan masuk ke rahang pasar. Menurutnya, hidup kebangsaan kita ini dipengaruhi oleh tiga poros kekuatan: negara, pasar, dan komunitas. Negara berarti institusi politik yang berwenang menentukan bagaimana aturan main dibuat dan dijalankan bagi seluruh… Read more