Collect moments, not things.
-

Stigma
Sampai saat ini, di negeri yang konon sudah merdeka, masih ada orang yang hidupnya jadi lebih rumit bukan karena ia malas atau tidak qualified, melainkan semata karena stigma. Saya ingat betul ketika suatu dini hari bersama beberapa teman menyeberang dari Hong Kong ke Macau dalam kondisi belum tidur sejak dini hari sebelumnya. Di Hong Kong Macau Read more
-

Dikotomi
Katanya, Tuhan itu selalu bersama manusia. Trus, kalau manusia berdosa, di manakah Tuhan? Tidakkah Dia juga berdosa bersama manusia yang berdosa itu tadi? Begitu pertanyaan yang masuk ke telinga saya hari ini. Menarik memang untuk yang gemar utak atik otak. Akan tetapi, di balik pertanyaan itu ada dikotomi antara Tuhan dan manusia, seakan-akan ada dua Read more
-

Gebrakan
Menu makan mahasiswa di kampus saya memang variatif, apalagi pas tanggal muda. Kadang saya kepo juga apa yang mereka makan saat saya hendak masuk kantor. “Makan apa itu?” “Nasi ayam, Mo.” “Ayam kampung atau ayam subsidi?” “Kampung, Mo” “Kampung di desa apa kampung di kota?” “Gak tau, Mo. Mungkin kampung desa” “Desa biasa atau desa Read more
-

Cawe-cawe
Allah bukanlah hakim yang menghukum umat manusia, melainkan Cinta yang mengkomunikasikan kehidupan. Kehidupan bukanlah semata soal reservasi pernafasan, melainkan nafas yang menghembuskan cinta Allah. Cinta Allah bukan melulu kebebasan dari hukuman, melainkan hukum ilahi yang membebaskan manusia untuk merealisasikan citra Allah. Begitu kali ya lingkaran Allah, bukan lingkaran setan. Saya tidak akan heran kalau mimik Read more
-

BTS
Ketika pandemi mulai, saya juga mulai menyukai beberapa lagu hitam-merah-jambu, yang digemari keponakan saya. Saat pandemi, saya sempat hendak berduet dengan keponakan untuk menyanyikan beberapa lagu hitam-merah-jambu. Akan tetapi, yang seleranya saya ikuti ini sudah tak antusias lagi pada blekping. Saya tidak lagi mengikuti seleranya karena yang waktu itu dia suka adalah BTS. Bukan apa-apa, Read more


You must be logged in to post a comment.