Category: Daily Reflection
-

Agama Medioker
Saya bisa mengerti jika sebagian orang skeptis terhadap agama karena kebanyakan pemeluknya medioker alias hangat-hangat tahi ayam (mungkin pembuat ungkapan ini pernah menunggui ayam be’ol). Yes, agama setengah-setengah ini tidak cukup radikal bagi siapa pun. Bagi penggemar ritual, agama tidak lagi sakral kecuali di situs-situs yang dikeramatkan. Bagi pengidola kebebasan,…
-

Kolor Monyet
Tentu sudah dibahas di sana-sini tendensi militerisme di negeri ini yang aromanya sekuat parfum berkategori EDP, yang lebih kuat daripada kolor monyet alias Colognette 4711. Saya tidak anti militer. Simbah saya orang Angkatan Darat dan jika umurnya panjang, karir perwira tingginya mesti akan sampai ujung. Saya tidak anti simbah saya…
-

Klop
Konon nasib Manchester United dan Liverpool berbeda setelah ditinggal masing-masing pelatih mereka: Sir Alex Ferguson dan Jürgen Klopp. MU bertengger di urutan ketujuh pada akhir musim berikutnya. Liverpool urutan pertama alias juara. Bergantung pada sudut pandang penilaian kita, bisa dikatakan bahwa pelatih MU setelah Ferguson tidak mutu dan pengganti Klopp…
-

Gelap 2
Optimisme dibangun atas kalkulasi manusiawi. Harapan diletakkan atas dasar kalkulasi ilahi. Membolak-balik kenyataan ini mengantar orang pada pintu gerbang kecemasan dan kekecewaan. Contohnya banyak. Menaruh harapan pada orang bisa berujung pada PHP. Menaruh harapan pada Indonesia Emas 2045 bisa bikin orang cemas sampai setelah 2045. Seperti janji kampanye dan sesudah…
-

Dengarkan
Jika Anda mengamati apa yang terjadi dalam lingkaran Gereja Katolik belakangan ini, mungkin Anda dapati satu istilah yang dipopulerkan dalam tiga tahun belakangan ini: sinodalitas. Diambil dari Bahasa Yunani σύνοδος (synodos) yang bisa diartikan dengan ‘berjalan bersama’ atau ‘jalan bareng’ atau mungkin ‘jalan umum.’ Jika diletakkan dalam konteks hirarki Gereja,…
-

Prioritas
Di medsos saya nyelonong video orang-orang joget-joget dengan latar musik yang saya tidak paham dari mana asalnya. Pengunggahnya memakai video itu sebagai referensi survei Harvard yang mengatakan bahwa orang Indonesia paling sejahtera lahir-batin; dan saya tidak bisa menahan tawa karena video itu diberi caption begini: Ketika lu party bersama nasabah…