Category: Daily Reflection

  • Ibadah Palsu

    Ibadah Palsu

    Ada sebagian orang yang butuh waktu begitu lama untuk menerima bahwa dirinya tertipu. Sebagian lagi, sebelum tertipu, sudah menerima dirinya akan ditipu. Sebagian yang lain, sampai hayat tak lagi dikandung badannya, tak pernah menyadari bahwa dirinya tertipu. Saya tidak tahu Anda tergolong yang mana, tetapi satu hal yang saya hendak…

  • (Kota) Hantu

    (Kota) Hantu

    Juga meskipun di siang hari Anda dan saya tak melihat matahari, kita masih menaruh kepercayaan bahwa dia ada. Sama seperti terhadap bulan yang tak muncul di malam hari, kita percaya ia tetap ada. Lain perkara dengan misteri hidup dan kebangkitan. Ada begitu banyak alasan untuk tidak memercayainya dan tak pernah…

  • Ironi 3

    Ironi 3

    Saya hendak menunjukkan ironi dan paradoks dalam kita membaca teks bacaan terakhir hari ini, yang menyodorkan perumpamaan tentang doa orang Farisi dan pemungut cukai. Seperti bacaan minggu lalu, meskipun tertulis topik ‘doa’ di situ, tema di baliknya bukanlah per se perkara doa berdoa. Nota bene, perumpamaan di situ jelas dimaksudkan…

  • Janda Z

    Janda Z

    Saya kok yakin bahwa jika Anda membaca teks bacaan Injil hari ini, Anda akan mendapati diri Anda naif setelah menyimak komentar ini. Kalau tidak, berarti keyakinan saya salah karena keyakinan itu hanya saya dasarkan pada pengalaman subjektif saya ketika membaca teks ini. Sejujurnya, ketika dulu membaca teks ini, saya mengimajinasikan…

  • Wuuusss

    Wuuusss

    Entah bagaimana, isu yang jadi bahan curcol saya di sini dua tahun lalu, belakangan mencuat lagi. Saya tidak hendak masuk ke persoalannya, tetapi menegaskan keberpihakan saya. Sedangkal pemahaman saya mengenai sepak terjang Nabi Muhammad dan Yesus dari Nazaret, keadilan ilahi itu adalah muara dari wahyu Allah. Bolehlah kita sebutkan aneka…

  • Bulus

    Bulus

    Dunia ini panggung sandiwara. Setiap aktor mengambil topeng tertentu. Semakin baik menampilkan topengnya, semakin pentas sandiwaranya baik. Itu artinya, sang aktor menjiwai topeng, memberi jiwa kepada topeng. Sayangnya, kebanyakan aktor sangat amatir dan tidak bisa memberi jiwa; enaknya topeng diterima, gak enaknya ditolak. Setengah-setengah, mediocre, sehingga malah munafik. Kalau kemunafikan…