Category: Daily Reflection
-

Bulus
Dunia ini panggung sandiwara. Setiap aktor mengambil topeng tertentu. Semakin baik menampilkan topengnya, semakin pentas sandiwaranya baik. Itu artinya, sang aktor menjiwai topeng, memberi jiwa kepada topeng. Sayangnya, kebanyakan aktor sangat amatir dan tidak bisa memberi jiwa; enaknya topeng diterima, gak enaknya ditolak. Setengah-setengah, mediocre, sehingga malah munafik. Kalau kemunafikan…
-

NBG
Bertindak benar memang mahal harganya meskipun [atau justru karena?] tak mengundang cuan. Saking mahalnya, bahkan kaum oligark pun tak sanggup membelinya [tur ya piyé tukuné?] dan memilih beli tanah atau tambang atau pulau atau pantai atau apa lagi lah. Negara, Rom? Itu mah gak usah dibeli, suap aja aparatnya, nanti…
-

Pecah
Jika ice breaking berfungsi sebagai pencair suasana, memang kata ‘pecah’ wajar dipakai untuk menggambarkan dinamika sekumpulan orang yang semula bak kayu kering tiba-tiba jadi mi keriting saus tiram [lah, bedanya apa?]. Suasananya bukan lagi cair, melainkan pecah. Akan tetapi, jika kata ‘pecah’ dipakai untuk menggambarkan pribadi, mungkin perlu sedikit dipikirkan…
-

Biner
Salah satu jasa zaman modern adalah pemahaman oposisi biner, yang sangat berguna untuk mengerti bagaimana semesta ini berjalan. Yang paling kentara ialah cara kerja sistem komputasi yang mengandalkan angka 0 dan 1 untuk merujuk dua kutub yang memungkinkan suatu fungsi berjalan atau berhenti. Oposisi biner juga membuat orang bisa menggali…
-

Ikon
Sebagian orang yang punya jabatan publik itu memang bisa jadi seperti komedian. Mereka bisa melucu meskipun tujuannya bukan untuk menghibur publik. Kalau sebagian komedian menjadikan lawakan sebagai profesi, sebagian pejabat melawak untuk mempertahankan posisi. Untuk itu, mereka tak segan-segan membawa Tuhan dalam lawakan defensif mereka. Ini contoh dagelan yang bisa…
-

Syukur
Pada umumnya orang berterima kasih karena menerima sesuatu, entah sesuatu itu ia harapkan atau tidak ia harapkan. Tentu, ada orang yang tak tahu berterima kasih, tetapi ada juga yang terima kasihnya cuma basa-basi yang lahir dari kepentingan transaksional, kebiasaan, sopan santun. Singkatnya, pojok ekstrem dari orang tak tahu berterima kasih…