Category: Daily Reflection

  • Bambu

    Bambu

    Dulu bambu runcing identik dengan heroisme mengusir penjajah. Saya kira, mereka berusaha menghunjamkan bambu runcing itu ke tentara lawan. Zaman now, jutaan bambu yang tidak runcing dipakai untuk membuat jalan tol Semarang-Demak. Ada banyak juga yang dipakai untuk bikin pagar laut beberapa kota, dan tentara ikut mencabuti sebagian [dari mana…

  • Fragile

    Fragile

    Tanpa ikut kursus atau seminar, sejauh menyimak baik-baik, Anda dan saya bisa mengerti bahwa cinta, pada dimensi tertentu membuat orang jadi fragile, rapuh, rentan, dan akibatnya jadi sableng dan tanpa logika. Begitu juga kata Agnes Monica. Mungkin lebih tepatnya, cinta itu punya logikanya sendiri yang tak tertangkap oleh logika umum.…

  • Kaput

    Kaput

    Gambaran mantenan juga disinggung dalam teks utama bacaan hari ini: kalau mempelai pria sudah datang dan siap pesta, ngapain berpuasa? Jika Anda mengundang orang untuk suatu jamuan pesta dan ia datang, njuk selama pesta itu ia tidak mau makan minum karena puasa, bagaimana Anda hendak menggambarkan suasana pesta macam itu? Puasa…

  • Mantenan

    Mantenan

    Semakin insani gambaran Allah, mungkin semakin ilahi juga hidup manusia. Sayangnya, mungkin dengan dalih menjaga kemurnian dan keilahian Allah, orang beragama bersikeras mempertahankan gambaran Allah yang superlatif karena hanya Dialah yang sempurna. Sekurang-kurangnya Kitab Suci orang Kristen memang menyajikan gambaran Allah seperti itu: Dia yang membebaskan bangsa Israel, membantu aneksasi…

  • Cukai

    Cukai

    Bisnis apa yang lebih suci dari bisnis lainnya? Entahlah, tetapi kesucian ditentukan bukan oleh bisnis apanya melainkan oleh bagaimana bisnis dijalankan. Jadi, saya betul-betul tidak yakin bahwa semakin bisnis Anda berurusan dengan agama semakin sucilah bisnis Anda. Mungkin malah sebaliknya, kecuali jika ‘berurusan dengan agama’ itu artinya diinspirasi oleh nilai…

  • Laknat

    Laknat

    Mungkin hal yang membuat Yesus juga sewot adalah kategori dosa yang dibikin orang-orang di sekelilingnya sendiri. Teks bacaan utama hari ini menyajikan bagaimana pemegang kekuasaan agama pada zamannya menikmati privilese untuk menentukan siapa orang benar dan siapa orang berdosa, lupa bahwa dalam diri setiap orang ya sudah ada dua tendensi…