Category: Daily Reflection
-

Panggung
Ada tiga komponen untuk menilai moralitas seseorang: motif bin niat, cara berproses, dan akibat yang ditimbulkannya. Anda bisa menang pilkadal (akibatnya) dengan motivasi luhur (memajukan perkadalan) tetapi caranya tidak elok dengan aneka manipulasi dan intimidasi. Sebaliknya, Anda bisa juga menang pilkadal (hasilnya) dengan motivasi bulus (menguasai perkadalan) dan caranya begitu…
-

Marah
Sejak kecil saya diajari untuk mendefinisikan tindak keadilan sebagai prosedur untuk memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya (suum cuique tribuere, ungkapan Latin, baca saja su-um kuikuě tribuéré; artinya to give each his/her own). Akan tetapi, siapa yang menentukan hak seseorang ya? Kalau itu negara, bisa jadi otoriter bin…
-

Gag
Orang Kristen zaman now bisa mendapati diri canggih (Bahasa Jawa kasar: cangkěmé nggah nggih, iya-iya doang kagak ngapa-ngapain) berhubung dengan mandat Kitab Suci yang tidak mereka praktikkan lagi. Misalnya, kebiasaan membasuh kaki (Yoh 13,1-15), cium kudus (Rm 16,16), eksklusi perempuan dari ‘urusan laki-laki’ dalam kepemimpinan (1 Kor 14,33-36); atau larangan…
-

Lights Up
Adakah ciptaan di dunia ini yang eksis untuk dirinya sendiri? Lirik lagu cengeng (atau cemen?) “Kau tercipta untukku” menyangkalnya dan garam pun tidak eksis untuk dirinya sendiri. Itu mengapa jika keasinan garam menjadi pilihan belaka (ada garam asin, kurang asin, dan tidak asin), ia kehilangan fungsi eksternalnya; perannya akan diambil…
-

Masalahnya
Dalam dunia kekristenan dikenal Sabda Bahagia yang dilekatkan pada mulut Yesus dari Nazareth. Akan tetapi, ia dan penulis Injil pun bukanlah penemu syair kebijaksanaan dan nubuat kenabian. Tradisi Yahudi dan juga kaum pagan pun sudah akrab dengan syair seperti itu. Yang membedakan ajaran Yesus dari kaum bijak dan nabi sebelumnya…
-

Agama Medioker
Saya bisa mengerti jika sebagian orang skeptis terhadap agama karena kebanyakan pemeluknya medioker alias hangat-hangat tahi ayam (mungkin pembuat ungkapan ini pernah menunggui ayam be’ol). Yes, agama setengah-setengah ini tidak cukup radikal bagi siapa pun. Bagi penggemar ritual, agama tidak lagi sakral kecuali di situs-situs yang dikeramatkan. Bagi pengidola kebebasan,…