Category: Personal Notes
-

Kesusu
Ini intermezzo, rehat, baca-baca cerita lucu pasca pemilu yang bikin saya ngguyu. Tentu, tawa saya menyunggingkan lara, tetapi mungkin duka itu berguna jika berbasis data. Supaya Anda tidak ikut-ikutan berduka, anggaplah tawa saya ini sebagai akibat saya baperan. Beberapa waktu lalu orang penting di negeri ini bilang bahwa bantuan pangan [yang…
-

Capitalocene
Hampir 20 tahun lalu, salah seorang senior saya menggambarkan era reformasi 1998 dengan alegori jenaka: bangsa ini keluar dari mulut pemerintah dan masuk ke rahang pasar. Menurutnya, hidup kebangsaan kita ini dipengaruhi oleh tiga poros kekuatan: negara, pasar, dan komunitas. Negara berarti institusi politik yang berwenang menentukan bagaimana aturan main…
-

Moral Hazard
Ini cerita yang saya yakini benar, juga karena masuk nalar. Tak perlu dikaitkan secara langsung dengan perseteruan pilpres, apalagi dengan sentimen pribadi terhadap pihak mana pun [meskipun waspada terhadap kultus individu]; saya percaya saja, siapa pun pemenang pilpres, ada oligark yang untung, meskipun jika capres tertentu menang, kemungkinan cuannya berkembang…
-

Pikiran Kotor
Seorang teman menanyakan keadaan saya setelah hasil quick count keluar dan memunculkan akumulasi suara tertinggi untuk capres nganu; apakah saya kecewa atau sedih atau gimana. Saya jawab apa adanya sesuai pilihan kata yang disodorkannya: ada rasa kecewa dan sedih, tetapi segera saya tambahkan alasannya bukan karena capres nganu menang, melainkan…
-

Tulus
Ini lanjutan posting BanSos kemarin, yang diakhiri dengan pertanyaan apakah pandemi memang mengubah semua yang terhubung dengan strategi politik filantropi dan subsidi yang menyentuh hati (untuk tidak mengatakan rasa). Sekadar info, di pertengahan abad kedua Masehi, politik dermawan para oligark di Yunani Timur itu mencapai titik tertingginya; saya tidak bisa…

You must be logged in to post a comment.