Collect moments, not things.
-

Mainan
Meskipun HAM diakui mayoritas warga dunia, paradigma mengenai hak dan kewajiban bukanlah segalanya tentang hidup. Apalagi, tanpa disadari, kebanyakan orang mengadopsi hak dan melepaskannya dari kewajiban. Sebagai anak, saya berhak mendapat sokongan dari orang tua sampai umur atau pribadi saya kurang lebih mandiri. Sebagai istri, seorang perempuan berhak mendapat nafkah lahir batin dari suaminya. Sebagai… Read more
-

Fund
Mana ada dari kita yang menginginkan lahir di dunia ini? Bahkan, jika kita bisa menginginkan hidup di siklus yang akan datang sebagai burung garuda, bisa saja kenyataannya kita jadi tikus. Kita tak beda jauh dari para pejabat yang semester kemarin menegaskan setop impor beras dan awal semester ini puluhan ribu ton beras masuk. Dalihnya bisa… Read more
-

Aseng
Sebagai pembaca cerita pemula, Anda dan saya akan cenderung membuat kategori evaluatif baik-buruk atau benar-salah atau bagus-jelek terhadap karakter-karakter yang disodorkan cerita itu. Memang itu bisa berguna untuk mengidentifikasi diri lebih condong ke karakter yang mana, tetapi kategori seperti itu tidak banyak membantu kita untuk memahami dunia cerita yang disodorkan. Misalnya, teks bacaan utama hari… Read more
-

Rombak Kabinet
Empat tahun lalu, pada hari yang dirayakan Gereja Katolik hari ini, saya beri judul refleksi saya “Rombak Agenda” dengan inspirasi tokoh yang tahu bagaimana ‘melepaskan’ rencana hidupnya untuk kebaikan yang lebih besar. Judul itu beresonansi dengan ide yang pernah muncul di kepala saya mengenai kabinet gendut: mbok bubarin aja. Semakin dipertahankan, semakin memberi peluang untuk… Read more
-

Bossy Minister
Beberapa puluh tahun lalu kami memiliki rencana untuk bepergian sebagai kegiatan dua tahunan untuk membangun kebersamaan dalam komunitas. Anggaran, tempat, acara, dan aneka persiapan lain sudah selesai, termasuk pembayaran di muka sudah kami lakukan. Seminggu sebelum keberangkatan, hujan di DKI tahun itu tampak seperti anomali dan di beberapa wilayah yang biasanya tak terkena banjir, tahun… Read more
-

Standar
Sejak masa SMA saya sudah protes terhadap dikotomi antara alam dan manusia karena saya tidak bisa memahami manusia di luar semesta alam. Pikir saya waktu itu, bagaimana mungkin manusia ciptaan paling luhur hanya karena punya akal budi? Ketika pertanyaan ini saya sodorkan pada guru biologi, tentu saja beliau tidak bisa menjawabnya karena juga beliau tidak… Read more
