Collect moments, not things.
-

Moge
Ini pertama kali saya memimpin ibadat bagi umat yang mayoritas bisa berteriak “Horas” dari kedalaman hati mereka. Sadar diri berhadapan dengan umat yang punya suara lantang, saya tak berpretensi untuk berkhotbah dan saya hanya mengulang cerita yang lebih dari dua dekade lalu saya sampaikan di hadapan ribuan umat dengan beragam latar belakang. Ini kejadian di… Read more
-

Saudara
Di satu stasi pelosok lain malam ini saya iseng lagi menanyakan kepada umat apakah ada bagian syahadat iman yang menyatakan kepercayaan akan adanya surga dan salah satu umat mengafirmasinya dengan frase “yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa,” Tentu saja, pertanyaan lanjutannya (di mana) dijawab dengan keterangan lokasi “di atas” dan kemi… Read more
-

Di Hati Akuh
Di kepala Anda dan saya sudah ada kategori ruang-waktu yang membuat kita kesulitan memikirkan persoalan yang melampaui dimensi ruang-waktu. Anda bisa saja membayangkan Parangtritis Jerman yang belum pernah Anda kunjungi dengan beberapa keterangan dari mereka yang sudah pernah mengunjunginya dengan asosiasi terhadap tempat yang pernah Anda kunjungi. Sekarang, ini lebih dimudahkan lagi dengan adanya citra… Read more
-

Love You
Pada tahun-tahun belakangan ini saya mesti membiasakan telinga saya. Pertama, untuk dipanggil dengan sebutan ‘Opa’ (setelah sebelumnya terbiasa dengan sebutan ‘Pakdhe’) dan memberikan respon secara verbal terhadap ungkapan ‘I love you Opa’ yang dilontarkan cucu yang luar biasa pethakilannya. Sejujurnya, ungkapan itu paling banter saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Saya tidak pernah mengatakannya bahkan kepada… Read more
-

Insider
Dari atas Metropolitan dan Tangerang, dengan sapuan pandangan terhadap ribuan gedung tinggi, saya bertanya-tanya: apa yang belasan atau puluhan juta orang di bawah sana itu cari dalam hidup mereka dengan aneka hiruk pikuk dan kesibukan di sana-sini. Dari ruang tunggu satu ke ruang tunggu lain, sampai akhirnya ketinggalan pesawat dan pontang-panting mengurus perkara keterlambatan pesawat… Read more
-

Rahmat
Sebetulnya saya sangat tidak suka ungkapan semacam “Yesus mengorbankan dirinya bagi sahabat-sahabatnya” karena di balik ungkapan itu ada nuansa kebuntuan hidup, tiada harapan. Teks bacaan utama hari ini terbingkai dalam diskursus cinta yang disalahpahami oleh Petrus. Di bagian akhir teks ini Petrus tampak begitu yakin bahwa ia bakal memberikan nyawanya bagi gurunya. Akan tetapi, Petrus… Read more
