Collect moments, not things.
-

Konflik
Tidak setiap konflik perlu dihadapi secara frontal. Ada kalanya, lebih baik orang menghindarinya, tetapi bukan karena takut konflik, melainkan demi melakukan kebaikan yang lebih besar lagi. Sekurang-kurangnya begitulah penulis teks bacaan utama hari ini menyiratkan apa yang dibuat Yesus ketika konfliknya dengan para pemuka agama semakin meninggi. Mereka sudah bersekongkol untuk membunuhnya dan ia menyingkir… Read more
-

Kebudayaan
Jika Anda memberi label agama lain sebagai manifestasi legalisme, sebaiknya Anda mengambil cermin dan mencermati di dalamnya, entah diri Anda sendiri atau orang sekeliling Anda yang menghidupi legalisme. Legalisme ada di mana-mana dan teks bacaan utama hari ini saya kira memang tidak bisa dipersempit sebagai konflik antara legalisme dan iman. Penulis teks bacaan hari ini… Read more
-

Tawakal
Kita perlu jujur bahwa kerap kali agama, yang diklaim sebagai agama wahyu justru merepresentasikan aturan bikinan manusia sendiri. Berapa banyak dari kita yang merasa bersalah karena ‘bolong’ ke tempat ibadat, merasa skrupel karena kelupaan bersujud, merasa berdosa karena iri hati, dan seterusnya. Jangan salah: saya tidak mempersoalkan rasa bersalah. Yang saya persoalkan ialah rasa bersalah… Read more
-

Ingusan
Juga jika kemarin Yesus mengecam orang-orang kota tempat ia dibesarkan, itu tidak berarti bahwa semua orang di kota itu bebal dan tak peka terhadap tanda-tanda zaman. Pasti ada yang punya kesadaran akan kerja senyap Allah lewat aneka fenomena di sekitarnya, ora kètang mung sepuluh persen. Untuk itulah, seperti disodorkan dalam teks bacaan utama hari ini,… Read more
-

Subversif
Saya tahu ada artis yang namanya memakai kata aura, tetapi saya tidak yakin ada petani yang mengadopsi nama itu sampai belakangan ini populer istilah aura farming. Saya tak tahu nama lengkap petani itu, tetapi lihatlah, ada relatif banyak pesohor yang memperagakan tarian pacu jalur bikinan seorang anak SD di Riau, dan bertebaran di mana-mana mimikri terhadap… Read more
-

Submisif
Islam, tak diragukan lagi, mengandaikan sikap submisif total kepada Allah, tetapi tidak kepada ketidakadilan sosial, korupsi, kebohongan, tindak kejahatan, yang ujung-ujungnya membuat mereka yang dicintai Allah tak kunjung dicintai oleh mereka yang sibuk dengan aneka tindak kejahatan tadi. Orang beriman, apa pun agamanya, tidak submisif kepada penindasan, bahkan meskipun punya jiwa besar dan rela berkorban.… Read more
