Collect moments, not things.
-

Wooooosht
Ini bukan polemik mengenai Whoosh, melainkan akomodasi untuk memelekkan mata yang mungkin masih merem, entah disengaja atau tidak. Kalau Anda berkesempatan mengunjungi Balai Yasa, Yogyakarta, mungkin Anda masih bisa melihat suatu ruangan besar yang diberi nama seorang menteri yang berjasa besar dalam reformasi pengelolaan perkeretaapian Indonesia. Sosok ini sempat menempati dua pos kementerian, tetapi pada Read more
-

Peluang
Ini drama kehidupan, bukan drama politik jelang pemilu. Saya sodorkan dua saja, bukan karena saya memilih dua. Ora bakalan, hambok…. Yang pertama, seorang pemuda, di hadapan tunangan yang sangat disayanginya, dipukuli sampai sekarat oleh segerombolan anak muda karena hal sepele. Ia bertanya mengapa anak-anak muda itu mengolok-olok dan mempermainkan seorang tua lemah karena kondisi fisiknya. Read more
-

Smart Financing
Ini saya pelajari dari pebisnis kelas kakap atau paus, yang kalau mau join hedge fund pastinya bukan hal sulit. [Hedge fund ini seperti gotong royong investasi yang biayanya hanya bisa ditanggung orang-orang tajir. Mereka mesti bayar 2% untuk pengelolaan investasi bareng itu dan potongan 20% dari profitnya. Ini mestinya cuma bisa dibuat oleh lembaga kredibel Read more
-

Pétung
Ada perbedaan antara pětung dan pétung, juga antara pěthuk dan péthuk. Cara bacanya dulu ya. Vokal ‘u’ pada semua kata itu dibaca ‘o’ seperti pada kata om atau ocean. Konsonan ‘th’ diucapkan seperti orang Bali mengucapkan ‘t’ (atau orang Madura juga kali ya). Vokal ě diucapkan seperti dalam bahasa Inggris untuk kata ganti orang ketiga Read more
-

Petugas
Tahukah Anda perbedaan antara buruh harian dan hamba [atau budak atau mungkin petugas partai]? Dua-duanya bisa jadi punya target bayaran meskipun yang satu jelas bersifat harian dan yang lain entah mingguan atau jangan-jangan tahunan [berapa kali pinjam seratus dulu ya kalo gitu]. Terlepas dari segi upah, pernahkah Anda mengamati kinerja pekerja proyek harian dan borongan? Read more
-

Intelek
Lebih dari tiga puluh tahun lalu, saya pulang kampung bersama setengah lusin adik kelas saya. Ada yang dari Cirebon, Bogor, Bekasi, Tangerang. Kampung saya sendiri ada di Jaksel, yang saya dengar beberapa waktu lalu kebanjiran setengah meter. Kami berencana naik bus dari satu kota ke kota lainnya. Tiba di Semarang, kami naik bus jurusan Cirebon. Read more
