Collect moments, not things.
-

Pesta
Sekitar 20 tahun lalu saya terbengong-bengong oleh debat panas antara dua teman saya dalam pertemuan sekitar 15 orang penerima beasiswa. Semula saya tak begitu peduli dengan topik perdebatan mereka tetapi karena rupanya mereka punya pengalaman di lapangan, saya mulai berusaha memahami topiknya: Israel vs Palestina. Mereka berdua sama-sama bernaung dalam Gereja Katolik seperti saya. Yang… Read more
-

Klaim
Tahukah Anda di mana sakitnya setiap kali Anda mendengar seruan bahwa Allah itu maha besar sementara di sekeliling Anda begitu kentara bahwa yang diyakini maha besar itu adalah cuan dan kekuasaan? Dapatkah Anda menengarai di mana posisi mak jlebnya khotbah tentang Kerajaan Allah di tengah-tengah kesibukan dan kerewelan orang-orang yang sedang membangun kerajaan agama? Saya… Read more
-

Permisi
Pagi ini saya dapati kartun yang menurut pendapat saya cukup jelas menyinggung judul posting minggu lalu: Rempang. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kalau cuma perkara sopan santun, tentu persoalan bisa dimediasi dengan permisi dan ganti rugi. Orang bisa saja menindas sesamanya dengan sangat sopan, sedemikian sopannya sampai-sampai yang ditindas tak merasa tertindas. Sekurang-kurangnya saya… Read more
-

Rempang
Intermezzo. Saya jadi seperti mantan presiden yang gemar prihatin. Kemarin, di salah satu perempatan ikonik tempat saya tinggal, ada puluhan orang muda yang berunjuk rasa. Saya acungi jempol karena unjuk rasa itu menyangkut perkara yang bikin rempong banyak orang. Salut saya kepada orang-orang muda yang peduli ini. Akan tetapi, tak lama, saya mendengar dari corong… Read more
-

Cicilan
Dulu pernah saya pamerkan ungkapan bahasa Latin yang menyinggung nama ikan: Nemo dat quod non habet. Tidak ada orang memberikan (sesuatu) yang dia tidak punya. Jadi, kalau Anda memberikan sesuatu yang Anda tidak punya, berarti Anda bukan orang. Anda mungkin tuyul atau jin atau jun; ngaku aja, daripada saya tahu dari tuyul lain loh. Ungkapan nemo… Read more

