Category: Daily Reflection
-

Oplos
Para founders negeri ini berjuang mati-matian mengoplos sebuah bangsa majemuk dalam satu negara kesatuan, dan sebagian penerusnya, beserta followersnya, memanfaatkan oplosan itu untuk kepentingan crewnya dengan tameng NKRI harga mati. NKRI memang berisiko besar dimanfaatkan segelintir tikus dalam moncong garuda, dan rakyat jelantah hanya bisa terpana dengan mulut menganga, baik…
-

Efisiensi
Andai perintah amputasi bagi koruptor diterima mentah-mentah dan diterapkan secara konsekuen, mungkin ada banyak pendekar bertangan satu di negeri Kokononohaha. Di antara sekian banyak pendekar bertangan satu itu ada juga pendekar tanpa kepala, otak di balik aneka korupsi. Untunglah, negeri Kokononohaha tidak menganggap perintah potong tangan dan kepala itu secara…
-

2050
“Menurut prediksi, ekonomi Indonesia akan ada di atas Jerman pada tahun 2050. Kok ada yang bilang Indonesia gelap?” Jika si pembuat pernyataan ini bicara di tahun 90-an, dia akan diminta untuk omong sama ember, tetapi baiklah saya berusaha untuk menilik maksud baiknya karena sekarang toh bukan zaman 90-an. Bisa jadi,…
-

Treat
Sebetulnya sudah sejak Orba saya tahu bahwa rakyat jelantah diperbodoh oleh penguasa. Saya juga sadar bahwa saya sebagai bagian dari rakyat jelantah memang bodoh. Itu baiknya [atau bodohnya?] penguasa, membiarkan saya mengenyam pendidikan sekolah, yang bikin saya semakin mengerti betapa bodohnya saya. Baru setelah menjelang krismon 1997, meskipun saya tetap…
-

Nesting
Salah satu maksud orang beriman adalah supaya ia bisa melakukan transformasi sosial. Anda dan saya bisa saja mengabaikannya dengan semata berlindung di balik tokoh dan nama besar agama. Dalam bahasa psikologi rohani, ini diistilahkan sebagai nesting, bersarang. Memang, ini masih mending daripada sekelompok orang yang memanfaatkan agama untuk pansos, tetapi…
-

Bayar 3x!
Salah seorang pembaca blog ini melontarkan pertanyaan yang mungkin berasal dari kegemasannya kepada mereka yang di negeri itu begitu njarak, dengan sengaja menginjak-injak nurani. Wujudnya terlihat dalam produk hukum dan penegakannya yang plinthat-plinthut. Pertanyaannya: apakah ini harus kita lawan? Jawaban saya afirmatif: ya harus kita lawan! Tapi gimana melawannya ya, Rom?…