Category: Daily Reflection

  • Octiduum

    Octiduum

    Setiap tahun saya rutin melakukan retret selama 8 hari. Jadi, andaikan mulainya tanggal 21 Februari, selesainya tanggal 28 Februari; itu kalau ada tanggal 28-nya. Saya menyebutnya sebagai octiduum. Tempat retret saya selama 30 tahun terakhir ini hampir selalu berpindah-pindah. Eh sori, yang berpindah-pindah saya, bukan tempat retretnya [coba koreksi kalimatnya,…

  • Indonesia Emak

    Indonesia Emak

    Jika becermin dari sindrom katak mendidih, mungkin kita mendapati diri mengidap prokrastinasi, tendensi menunda-nunda pekerjaan. Kalau tidak, kemungkinan besar memang kualitas kemanusiaan kita merosot jadi seperti pohon, yang tidak bisa berpindah tempat sendiri. Akan tetapi, entah jadi pohon yang tak mampu beradaptasi dengan berpindah tempat atau kemampuan adaptasi selelet katak,…

  • Draw

    Draw

    Saya menerima diri sebagai bagian dari kekristenan, tetapi sejujurnya, saya kehilangan antusiasme terhadap gelar-gelar kristologis semacam Mesias atau Anak Allah yang dilekatkan pada Yesus dari Nazareth. Rasa saya, itu usang dan tak bermakna, juga jika itu dipadankan dengan Ratu Adil atau Satriyo Piningit. Masalahnya bukan bahwa gelar-gelar itu tak tepat…

  • Baik-baik Aja

    Baik-baik Aja

    Kalau Anda dan saya adalah bagian dari status quo kekuasaan, kita akan melihat segalanya baik-baik saja sampai para korban dan simpatisannya memampangkan protes; itu juga kalau kita tidak buta. Begitu pula, jika Anda dan saya pro status quo, kita akan menganggap semuanya baik-baik saja sampai para korban dan simpatisannya berteriak-teriak;…

  • Awas Gelap

    Awas Gelap

    Lanjutan kemarin, akidah agama yang berbeda-beda tak perlu saling dibenturkan karena proses pembuatannya beda-beda. Dengan begitu, akidah agama lain tak perlu dianggap sebagai ancaman. Bayangkan, bahkan terhadap satu peristiwa saja tafsirnya bisa bermacam-macam, gimana gak mau beda-beda pemahaman terhadap aneka peristiwa! Tak usah jauh-jauh, sementara para pengerubung kekuasaan berfoya-foya dengan…

  • Mabur Aja Dulu

    Mabur Aja Dulu

    Yang merusak akidah agama Anda dan saya bukanlah akidah agama orang lain, melainkan kemandulan untuk menjaga integritas pribadi kita sendiri. Kemandulan ini membuat kata dan perbuatan tidak sambung dan prinsip tauhid, misalnya, hanya ada di kepalanya sendiri dan tidak sinkron dengan realitas kehidupan. Lha, kalau sinkron dengan kenyataan hidup bukannya…