Category: Daily Reflection

  • Darurat

    Darurat

    Pemakaian lampu hazard kendaraan di setiap perempatan jalan mungkin menunjukkan ketidaktahuan pengendaranya mengenai fungsi lampu hazard. Mungkin bahkan tidak tahu apa artinya hazard. Anda tentu bisa berkelit: bukankah memang setiap saat, setiap momen itu sudah dengan sendirinya terbuka pada bahaya? Jadi, pemakaian lampu hazard terus-terusan justru mau mengatakan bahwa hidup manusia itu…

  • Ngotot

    Ngotot

    Orang Yahudi pada zaman Yesus mengenal empat bangsa ‘tambang’: mineral, flora, fauna, dan manusia. Bangsa mineral, jelas. Bangsa flora dan fauna juga. Yang gak jelas adalah bangsa manusia yang memang nyerempet2 fauna tetapi tidak bisa disamakan dengan fauna begitu saja. Alhasil, tidak gampang ‘menambang’ manusia. Itu mengapa, kemanusiaan yang adil…

  • Kantor Keluarga

    Kantor Keluarga

    Seorang sohib menyodorkan video kepada saya, yang isinya adalah permintaan Bapak Paus supaya homili atau khotbah (keduanya tidak sama; salah satu darinya cenderung bikin pembawanya menjejali pendengar dengan aneka nasihat moral supaya orang hidup baik bla bla bla) dalam Ekaristi tidak lebih dari delapan menit. Demi ketaatan saya kepada Bapak…

  • Bakri

    Bakri

    Orang boleh bergembira atas kelahiran manusia baru ke dunia ini, tetapi sebaiknya ingat bahwa kelahiran seperti itu hanyalah menambah kuantitas kematian. Kelahiran manusia baru jenis itu tak menjamin peningkatan kualitas kehidupan. Kata senior saya yang tak punya pengalaman melahirkan, orang bisa melahirkan bayi, tapi tidak bisa memproduksi [suara] hatinya. Inspirasi…

  • Portami via

    Portami via

    Menuduh kemalasan sebagai biang kemiskinan adalah bentuk kemalasan [berpikir] juga. Betul, kemalasan bisa menyebabkan kemiskinan, tetapi kemalasan tak tercipta sebelum Adam dan Hawa. Sebaliknya, setelah Adam dan Hawa itulah kemalasan jadi penyakit masyarakat, dari level individual sampai struktural. Itu mengapa slogan revolusi mental bisa jadi modal untuk membual dan sebagian…

  • Ambisi 2

    Ambisi 2

    Empat tahun lalu, rupiah anjlok drastis akibat Covid. Sekarang, nilainya sedikit lebih jelek. Menurut grafik yang saya peroleh, pada 4 April 2020, rupiah bernilai 16.376, sedangkan pada 15 Juni 2024, nilainya 16.486. Abaikanlah 110 rupiah dan anggaplah setali tiga uang. Bedanya, nilai rupiah empat tahun lalu jelaslah berbiang Covid, sedangkan…