Bagi yang jauh dari Tuhan

Pada diri orang yang hobi ‘dunia gelap’

Kondisi orang seperti ini diliputi keegoisan yang tinggi, mencari kesenangan sendiri, dalam benaknya tidak ada nilai di luar hedonisme, materialisme. Yang perlu dipikirkan menurut orang ini adalah apa yang kelihatan saja: bikin senang, ambil… gak bikin senang, buang ke laut. Hidup ini cuma sekali (padahal, konon, yang lebih tepat adalah hidup itu setiap hari dan matinya sekali… kecuali kalau kita hidup di dunia battlefield heroes atau warface), maka hepi-hepi aja lah… Omong kosong soal makna hidup, apalagi hidup rohani, itu biar jadi makanan para pastor atau suster atau orang-orang suci deh! Dunia ini tempat korupsi, pelacuran, teror, perkosaan. Orang kudu survive dan cara apa saja bisa ditempuh, gak perlu pikir soal baik buruk.

Dalam diri orang seperti ini, kerja roh jahat punya ciri-ciri seperti berikut:

  • Datangnya halus, tanpa gejolak perlawanan (lha iyalah jelas, wong yang disasar sama kok; kalau orang mau hidup mengalir ikut arus ya roh jahatnya juga ikut arus; jadi yang diikuti gak berasa ditolak, diserang, dilawan…)
  • Semakin menyodorkan kenikmatan2 duniawi, kegembiraan semu supaya perhatian orang ini semakin mengerucut pada objek kenikmatan dan kegembiraan semu tadi. Korupsi ratusan ribu gak ketahuan, lanjut dengan jutaan, lalu ratusan juta dan seterusnya… Awalnya cuma tahu sensasi masturbasi, lama2 memiliki kebiasaan dan bahkan mencari objek mangsa hidup… Semula cuma iseng kenalan dengan anak2 gang motor, akhirnya punya hobi melukai orang lain, bahkan membunuh…
  • Membumbui imajinasi orang mengenai aneka kenikmatan yang diperoleh dari hobi ‘dunia gelap’nya itu. Betapa nikmatnya punya uang sebanyak gaji Ronaldo per minggu…. bisa beli perempuan, bisa beli senjata canggih untuk menghabisi nyawa orang2 yang tak disenangi atau dicemburui…

Nah, kerja roh baik tentu saja berbalikan dengan kerja roh jahat itu. Dalam diri orang yang menjauh dari Tuhan ini, roh baik:

  • Menghantam, menyesakkan suara hati orang demi mengajaknya berpikir jernih, menggunakan akal sehatnya yang menuntun orang untuk melakukan penilain baik buruk suatu tindakan.
  • Mengingatkan orang dengan teguran yang mengutak-utik afeksinya, karena biar bagaimanapun dalam diri setiap orang ada secuil kerinduan akan Allah itu.
  • Menimbulkan kegalauan hati, kekacauan, ketakutan akan akibat yang bisa ditimbulkan tindak kejahatan orang. Misalnya seorang ibu yang hidup bersama selingkuhannya mulai berpikir-pikir mengenai anaknya yang baru berumur empat tahun dan ia tinggalkan bersama suaminya. Ia mulai khawatir dengan keadaan anaknya meskipun ia tidak merasa sreg dengan suaminya. Ia merasa harus kembali merawat anaknya meskipun ia merasa tidak mendapat cinta dari suaminya.

Dengan demikian, roh jahat membombong orang supaya berkembang dalam kedosaannya dengan aneka iming-iming imajinatif dari kenikmatan inderawi, sedangkan roh baik justru menghantam orang ini dengan rasionalitas yang akan menimbulkan rasa berat dan sakit bahkan sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s