Kata nan ber’tuah’ – kata yang berbuah

PERINGATAN WAJIB S. SIRILUS & METODIUS
Jumat Biasa V A/2
14 Februari 2014

Kis 13, 46-49
Orang2 seperti Paulus dan Barnabas ini rupanya begitu terbakar oleh cinta Tuhan sendiri. Mereka tidak kehilangan keberanian untuk menghadapi orang2 Yahudi yang begitu iri dan marah karena perkembangan kelompok orang yang mau percaya kepada pewartaan rasul itu. Tak heran, Paulus bicara bahwa ia hidup, tetapi bukan lagi ia sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam dirinya (Gal 2:20).

Lukas 10, 1-9

Tujuh puluh murid tampaknya diutus bukan sekadar untuk berkhotbah. Untuk berkhotbah, modalnya cukup dengan mengingat banyak kata dan mungkin teknik public speaking. Mereka lebih2 diutus untuk memberi kesaksian, mengkomunikasikan hati yang sudah disentuh, disulut oleh Kristus. Pun jika kesaksian itu diberikan lewat khotbah, kata-kata orang yang bersaksi ini bukan kata-kata hafalan atau ingatan dari kata-kata Yesus, melainkan kata-kata yang sudah meresap dalam hati. Kata yang meresap dalam hati adalah kata yang dihidupi oleh para saksi. Tak ada kata yang memberi hidup bagi orang lain yang tidak melewati hati. Tak heran, kekuatan kata tidak terletak pada susunan hurufnya sendiri, tetapi pada karakter yang mengatakannya.


Setiap orang Kristen ‘otomatis’ adalah saksi Sabda Kristus yang memberi hidup bagi sesamanya. Sabda Kristus yang manakah yang kuhidupi? Atau malah lebih banyak kata-kata kosong.

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s