Papa Francesco

1Ptr 5,1-4
Aku menasihati para penatua di antara kalian. Aku sebagai teman mereka dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang kelak dinyatakan: gembalakanlah kawanan domba Allah yang dipercayakan kepadamu, jangan dengan keterpaksaan tetapi dengan rela hati sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau cari untung, tetapi dengan kemurahan hati…

Mat 16,13-19
Setelah tiba di daerah Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya…”Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus… Kepadamu akan kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

Francis

Situs asal foto ini diblok oleh Telkom. Mungkin pembandingan dua gambar ini memang berpotensi SARA.

Takhta St. Petrus pasti tidak menunjuk pada kursi singgasana kepausan yang modelnya bisa diganti sesuai dengan keinginan orang yang mendudukinya. Takhta St. Petrus menunjuk pada otoritas rohani yang mengikat hati nurani umat kristen pada khususnya maupun suara hati umat beriman pada umumnya. Pemegang otoritas seperti ini tidak bossy, tidak cari untung, dan menghayatinya dengan gembira.

Jendral Serikat Yesus yang baru terpilih akan disodori teks Injil Markus 10:42-45 yang menyodorkan kontras antara semangat kepemimpinan politis dan semangat pelayanan rohani. Paus dan Jendral Serikat Yesus, seperti pemimpin tarekat lainnya mestilah menyadari fungsi penggembalaan mereka ada dalam dimensi rohani, yang tak lekang waktu. Ini analog dengan sejarah Gereja yang melewati aneka zaman, termasuk zaman gelap yang toh tidak bisa menghancurkan Gereja karena dibangun di atas batu karang.

Gereja, yaitu seluruh umat Allah, pada pesta Takhta St. Petrus diajak untuk mengakui dan menghidupi aneka otoritas dalam konteks ini: kita semua adalah makhluk rohani yang memiliki pengalaman manusiawi.

PESTA TAKHTA S. PETRUS
Sabtu Biasa VI A/2
22 Februari 2014

Categories: Daily Reflection

Tagged as: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s