Latihan Doa 3: Masuk dalam Doa

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
– Kitab Yesaya 55,1-13 (Kamu semua yang haus, kemarilah dan minum air)
– Kitab Mazmur 27 (Tuhan adalah terang dan keselamatanku)
– Injil Yohanes 15,1-8 (Tinggallah pada-Ku karena tanpa Aku, engkau tak bisa apa-apa)
– Injil Matius 6,19-34 (Andai saja kamu punya iman sebesar biji sesawi…)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat kesunyian dan keterbukaan sehingga aku mampu menyiapkan diriku dengan baik dan berani bertatap muka dengan diriku sendiri dan dengan Allah yang penuh kasih dalam doa.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Disposisi (keadaan, kesiapan) batin apa sajakah yang kumiliki sekarang ini saat aku masuk dalam doa?
  • Apa yang banyak mempengaruhi diriku pada hari-hari, minggu atau bahkan bulan belakangan ini? Sebutkan dan klarifikasi hal-hal itu dengan baik.
  • Apa yang kurasa perlu kubawa menghadap Tuhan sekarang ini saat doa (concern tertentu, kebutuhan, beban, ketakutan dan kecemasan, luka, kegembiraan, konsolasi)?
  • Pertanyaan apa yang kurasa perlu kusampaikan kepada diriku sendiri dan kepada Tuhan sekarang ini dalam doa? Ambillah waktu untuk merumuskan dan memperjelas pertanyaan-pertanyaan itu. Kalau sudah, jawablah pertanyaan itu sebisa mungkin dan sejujur-jujurnya.
  • Apa saja harapan dan hasrat yang kumiliki pada saat aku masuk ke dalam doa?

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan berdialog dengan mereka berkenaan dengan pokok-pokok reflektif tadi: disposisi batin, hal yang mempengaruhi diriku belakangan ini, kenyataan dan pertanyaan yang perlu kusampaikan kepada Tuhan, dan harapan dan hasratku.
Sampaikan semua hal itu dan percayakan semuanya pada berkat-Nya, tinggallah sesaat dalam cinta Tuhan

Mohon berkat atas keadaan diriku itu dan tinggal dalam kebersamaan dengan Kristus tersalib atau Bunda Maria.
Tutup dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s