Latihan Doa 4: Meninjau Hariku

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
– Injil Yohanes 9,1-41 (Orang terlahir buta)
– Injil Matius 9,27-31 (Penyembuhan dua orang buta)
– Kitab Kebijaksanaan 9,1-18 (Doa Salomo)
Kisah Para Rasul 9,1-19 (Kesembuhan Paulus dari kebutaan)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat pencerahan batin dan pemahaman budi supaya aku dapat melihat kembali seluruh hariku dengan mata baru dan memandang diri dan situasiku sebagaimana kiranya Allah memandang diri dan situasiku.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Melihat ke luar: peristiwa dan kenyataan kunci manakah yang berpengaruh banyak terhadap diriku hari ini? Apa yang paling pantas kusyukuri hari ini? Sebut dan perjelaslah hal-hal itu; ambil waktu untuk melihatnya kembali dalam suasana doa.
  • Melihat ke dalam: Sikap dan perasaan apa yang ada dan mana sikap dan perasaan yang kuat pada hari ini? Sebut dan perjelas sikap dan perasaan itu, ambil waktu untuk mengidentifikasi hal itu dan tinggallah dalam perasaan itu dalam doa.
  • Mencari Kristus: Atas dasar peristiwa dan kenyataan kunci, hal yang paling pantas kusyukuri, termasuk perasaan-perasaan dominan, di manakah secara eksplisit aku melihat dan mengalami Kristus dan cinta-Nya hari ini? Kembalilah ke pengalaman itu dan hidupi kembali dalam suasana doa.
  • Mencari kehendak Allah: Apa yang kiranya Tuhan komunikasikan denganku melalui seluruh peristiwa itu sekarang ini? Ke manakah Dia menuntun dan mengundangku?

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria berkenaan dengan pengalaman dan peristiwa kunci dan perasaan dominan hari ini;
Ke manakah kiranya Tuhan menuntun dan memanggilku? Apakah yang kudengar dari-Nya?
Bagaimana kiranya Allah memandangku hari ini?
Mohon berkat atas keadaan diriku itu dan tinggal dalam kebersamaan dengan Kristus tersalib atau Bunda Maria.
Tutup dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s