Latihan Doa 5: Pemeriksaan Kesadaran Harian

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
– Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi Filipi 4,4-9 (Bersukacitalah selalu dalam Tuhan)
– Kitab Kebijaksanaan Salomo 7,1-22 (Doa untuk kebijaksanaan)
– Kitab Mazmur 62 (Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang)
– Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus  Efesus 3,14-21 (Semoga oleh imanmu Kristus diam dalam hatimu)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon supaya aku semakin mampu melihat diriku, mengenal dan memahami dirku seperti Roh-Mu sendiri melihat, mengenal, dan memahami diriku.

Merenungkan pokok-pokok reflektif

Melakukan examen atau pemeriksaan kesadaran dengan pelan-pelan menempuh lima langkah dan secara khusus memberi waktu lebih bagi langkah dan pokok yang menyentuh kebutuhan dan perhatianku saat ini:

  • Memohonkan rahmat dalam doa persiapan di atas dengan sungguh-sungguh.
  • Melihat ke belakang dan meninjau seluruh hari (atau setengah hari jika melakukan examen siang dan malam), ‘menghitung’ banyaknya berkat yang kuterima. Ambil waktu untuk bersyukur dari kedalaman hati, sambil mendengarkan dalam batin bahwa Tuhan terus menerus mengatakan, “Engkau sangat berharga bagi-Ku. Engkau adalah milik-Ku. Aku sungguh mengasihimu!”
  • Meneliti dan menamai perasaan-perasaan baik yang masuk dalam konsolasi maupun desolasi. Apakah aku cenderung sombong atau rendah hati; mencari pemenuhan diri atau murah hati; apakah aku penuh syukur, dama, penuh harapan, kasih dan mempercayakan diriku?
    Ataukah aku takut, marah, sedih, sakit, penuh penghakiman, nglokro, tak bergairah, down?
    [Pentinglah bahwa kita tidak menolak perasaan apapun yang ada dalam diri kita. Yang penting orang menyadari perasaan-perasaan itu dan ‘menikmati’ perasaan-perasaan itu dan kalau perlu bahkan menemukan pola perasaan yang mungkin ada]
    Apakah pola perasaan itu mengungkapkan sesuatu tentang diriku, tentang relasiku saat ini dengan diriku sendiri, dengan orang lain dan dengan Tuhan?
    Apa yang kurasa sedang dikatakan Tuhan kepadaku dan ke arah mana Dia menuntunku saat ini?
  • Mencari kurnia rekonsiliasi Tuhan dengan memohon kemurahan kasih dan pengampunan-Nya.
    Bagian kepribadianku yang mana yang membutuhkan pengalaman sentuhan Allah yang menyembuhkan? Sebutkan hal itu dan klarifikasi. Jika sudah, aku menyodorkannya kepada Tuhan dan memohon-Nya supaya menyembuhkan aku.
    Mengambil waktu untuk lebih bisa merasakan sentuhan Allah yang menyembuhkan dan rekonsiliatif.
  • Menatap ke depan, mengantisipasi peristiwa atau aktivitas yang akan datang, yang direncanakan (satu hari atau setengah hari ke depan).

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan berdialog dengan mereka berkenaan dengan langkah-langkah examen tadi.

Mohon berkat atas keadaan diriku dan tinggal dalam kebersamaan dengan Kristus tersalib atau Bunda Maria. Mohon juga rahmat supaya aku semakin sensitif terhadap Tuhan dan terhadap pengalaman yang mungkin akan diberikan-Nya, menanggapi Dia dan mereka yang akan kujumpai dengan rendah hati dan kemurahan hati.
Tutup dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus, atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa

Tentu latihan ini juga bisa dipakai untuk meninjau hidup seminggu yang lalu, sebulan lalu, atau bahkan setahun lalu.