Latihan Doa 29: Kematangan Rohani

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Yoh 15:1-17 (Pokok anggur dan rantingnya)
1Ptr 2,1-10 (Pertumbuhan dalam kesucian)
Yak ,14-26 (Iman dan perbuatan baik)
Kol 3,1-17 (Manusia lama dan manusia baru)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat kedalaman iman dan kepercayaan kepada-Mu, juga kepada cara-Mu yang penuh kasih, karena sebagai orang Kristen yang matang aku perlu tinggal selalu di dalam Engkau dan tanpa Engkau aku tak dapat berbuat apa-apa.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Doakanlah teks Injil Yohanes 15,1-17.
    Di sini Tuhan adalah pemilik kebun anggur yang membersihkan dan memangkas kita supaya menghasilkan lebih banyak buah. Apa yang perlu dipotong dan dibersihkan dalam hidup rohaniku supaya menghasilkan lebih banyak buah lagi?
  • Berikut ini adalah kualitas-kualitas dasariah yang diperlukan orang Kristiani untuk mencapai kematangan rohani yang lebih besar: (1) kesadaran diri yang kuat, termasuk pengenalan diri dan kepercayaan diri yang cukup; (2) kepekaan akan kehadiran dan rahmat Allah dalam hidup seseorang; (3) relasi pribadi dengan Tuhan yang tampak dalam doa formal yang teratur; (4) pemahaman yang baik dan penghargaan terhadap iman kristiani; (5) hidup sakramental yang sehat (tidak ekstrem longgar atau kaku); (6) kebebasan rohani, bela rasa dan pelayanan yang baik; (7) keakraban dan komitmen kepada pribadi dan nilai-nilai Injili dari Kristus; (8) kesadaran sosial dan tugas pelayanan; (9) kemampuan merefleksikan dan mengungkapkan pengalaman religius dan menciptakan dan mengkonsepsikan makna hidup seseorang; (10) kecermatan hati dengan fokus pencarian kehendak Allah dan melakukannya dalam hidup orang.
  • Atas dasar kualitas-kualitas tersebut, bagaimana aku menilai hidup berimanku sendiri saat ini? Dalam arti apakah hidup imanku kokoh dan kuat? Dalam arti apa tidak begitu kokoh dan kuat?
    Dalam hal apa saja aku merasa masih perlu mengembangkan diri supaya tumbuh dan matang dalam hidup beriman? Mengapa?
  • Salah satu tanda pasti suatu iman yang matang ialah keserupaan dengan Kristus. Kapan sajakah aku merasa paling autentik menjadi serupa dengan Kristus? Dalam arti apa aku serupa dengan Kristus?
    Kembalilah ke masa-masa itu dan nikmati dalam doa.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib dan berdialog mengenai poin-poin kematangan hidup rohani tadi.
Mohon berkat Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas penguatan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s