Latihan Doa 30: Kebebasan Rohani

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Kej 22,1-19 (Kisah Abraham)
Mrk 10,17-31 (Kisah mengenai pemuda kaya)
Mat 14,22-33 (Iman dan perbuatan baik)
Gal 5,13-26 (Kebebasan)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat kebebasan rohani dan sikap lepas bebas supaya sanggup memasrahkan semua afeksi tak teraturku kepada-Mu dan menata hidupku dengan baik seturut nilai-nilai Injil-Mu.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Kebebasan rohani merupakan suatu rahmat kepemilikan diri yang memampukan orang untuk menghayati kehidupan yang tertata baik: pusat hidupnya Allah, sedemikian sehingga cara orang memilih tidak dimulai dengan kelekatan-kelekatannya melainkan lebih-lebih dari hasrat autentik untuk mencintai sebagaimana Kristus mencinta.
    Seberapa tertatanya hidupku saat ini? Apa nilai-nilai utama dan prioritas pokokku dalam hidup ini sekarang?
    Apa peran Kristus dan nilai-nilai Injil-Nya dalam gaya pribadiku dalam memilih dan mengambil keputusan?
  • Belakangan ini pilihan dan keputusan penting apa yang telah kubuat?
    Apakah keputusan itu kubuat dalam roh kebebasan yang sejati dan sikap lepas bebas? Atau hal itu kuputuskan karena aku merasa terpaksa dan karena aku terlekat secara tak teratur pada orang, benda, atau hal tertentu?
  • Doakanlah teks Kejadian 22,1-19 dan masuklah dalam budi dan hati Abraham. Upayakanlah untuk merasakan bersama Abraham pergumulan, pergulatan selama proses mengambil keputusan yang menyakitkan: menyerahkan anak tunggalnya, Ishak, kepada Allah.
    Lihatlah sikap lepas bebas Abraham dan kebebasan rohaninya.
  • Saat ini dalam hidupku, apakah “Ishak” (yaitu kenyataan, kepemilikan, pribadi orang, berkat dalam hidupku) yang sangat sulit kulepaskan dan kupercayakan pada Allah tanpa syarat?
    Sebut dan klarifikasikanlah hal itu.
  • Salah satu cara untuk memperdalam kebebasan rohani ialah dengan mendaraskan doa penyerahan seperti berikut:
    Tuhanku, Engkau tahu apa yang terbaik; biarlah hal ini atau hal itu terjadi seturut mana yang menyenangkan-Mu. Berikanlah apa yang Engkau ingin berikan, sebanyak yang Engkau inginkan, pada saat Engkau ingin memberikannya. Perbuatlah kepada diriku seturut mana yang terbaik bagi-Mu dan menjadi penghormatan yang lebih besar kepad-Mu. Tempatkanlah aku di manapun aku Engkau inginkan dan perlakukanlah aku dengan bebas dalam segala hal. Aku ada dalam tangan-Mu; ubahlah aku seturut kehendak-Mu. Lihat, aku adalah hamba-Mu, siap menaati-Mu dalam setiap hal. Bukan demi diriku aku hasrat hidupku, melainkan demi Engkau semata – semoga aku mampu melakukannya secara pantas dan sempurna. Amin. 
  • Buatlah doa penyerahanku sendiri dan doakanlah dengan sungguh-sungguh.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib dan berdialog mengenai kebebasan rohani tadi.
Mohon berkat Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas penguatan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s