Deeper Than Feeling And Action

Secara spontan orang memahami cinta sebagai perasaan. Padahal, sebelum bermuara sebagai perasaan, cinta adalah tindak menghendaki atau menghasrati sesuatu. Cinta bisa mengubah bahkan perasaan, tetapi tak pernah bisa direduksi sebagai perasaan! Pada kenyataannya, tak sedikit orang mereduksi cinta sebagai perasaan: mereka mengalami disorientasi hidup setiap kali muncul apa saja yang menyenangkan hati mereka, mulai dari barang remeh temeh sampai sosok pribadi orang yang memikat hati!

Cinta adalah suatu tindak penghendakan yang mentransformasi perasaan justru karena cinta merupakan sebuah pilihan dan pilihan itu sudah termaktub dalam imajinasi yang dipelihara orang. Imajinasi mendahului kehendak, dan seberapa dekat imajinasi itu terhubung dengan sosok tertentu, sekuat itulah cinta orang kepada sosok tersebut. Tak hanya itu, imajinasi bukanlah produksi otak semata, melainkan locus perjumpaan atau meeting point antara Allah dan manusia yang tertampung dalam hati. Semakin hati terpenuhi imajinasi cinta, semakin mulut terpenuhi keadilan dan cinta.

Tak mengherankan dalam bacaan hari ini diungkapkan: Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. Tentu cinta bukanlah kata-kata semata: hati yang meluap itu menerjang kata-kata dan menggerakkan seluruh komponen dirinya untuk sujud tafakur kepada Allah dan senantiasa berujar, “Tuhan, inilah aku, utuslah aku!”

Wah… kalau gitu, kelompok radikal fundamentalis itu sudah sampai pada cinta yang melampaui kata-kata ini ya? Tidak! Perilaku orang yang radikal fundamentalis justru contoh orang yang mereduksi cinta ke dalam perasaan itu. Tindakan tidak muncul dari hati yang meluap karena kebaikan Allah, tetapi dari perasaan menggebu-gebu yang dikompori oleh kepicikan otak mereka sendiri!


SABTU BIASA XXIII A
Peringatan Wajib Santo Yohanes Krisostomus
13 September 2014

1Kor 10,14-22
Luk 6,43-49

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s