Dasar Koruptor!

Allah tidak berkenan terhadap kematian orang berdosa, melainkan pertobatannya. Warta ini melegakan, tetapi orang banyak menghayati yang sebaliknya: mereka maunya orang jahat itu disambar petir atau pokoknya gimana caranya deh supaya mereka musnah dari muka bumi ini!

Mengapa kita cenderung menginginkan penghukuman seperti itu? Karena hati kita adalah hati koruptor seperti para ahli Taurat dan kaum Farisi yang hendak mencobai Yesus. Mereka membawa perempuan yang tertangkap sedang berzinah (dosa berat untuk ukuran orang Yahudi saat itu) supaya dihakimi Yesus. Mengapa tindakan ini korup? Mereka membawa perempuan itu komplet dengan kutipan hukum: Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Padahal, hukum Musa menyatakan baik perempuan maupun laki-lakinya mesti dihukum mati (bdk. Im 20,10 dan Ul 22,22). Lha ini yang digelandang kok cuma perempuannya. Dasar korup!

Konon, menurut rasa keadilan, pembawa narkoba sejumlah beberapa kilogram terkena tuntutan hukuman mati. Akan tetapi, saya juga tidak tahu ini rasa keadilan yang mana: mengapa yang membawa dua kilo terkena hukuman mati dan yang satu setengah kilo tidak? Orang yang mengklaim diri bijak menunjukkan banyaknya korban generasi muda akibat narkoba sebagai alasan. Narkoba memang bisa merusak generasi muda, tetapi sejauh generasi muda mengizinkan dirinya dirusak! Negara berpretensi membuat conditioning supaya generasi muda tak tersentuh bahaya narboka, tetapi yang dibidik malah kurir (entah pemakai atau bukan) narkoba: memangnya mereka itu bukan korban? Korban kok cuma ditafsirkan dengan kepentingan politis! Dasar korup!

Orang-orang korup itu meletakkan kriteria harga diri manusia pada status, jabatan, bakat, atau kemampuannya. Allah mereka memandang harga manusia berdasarkan kegunaan, peran, dan posisinya dalam masyarakat. Tak mengherankan, bahkan dalam penghayatan agamanya juga korup: menganggap bahwa agamanyalah yang paling benar dan sempurna bagi semua orang sepanjang zaman! Orang-orang korup ini tak belajar dari agama lain sembari dalam hati menyimpan ancaman: titenono wae, nanti tiba waktunya terbukti bahwa agamakulah yang paling diterima Allah!

Bacaan-bacaan hari ini menyodorkan imaji Allah yang adil: tidak membiarkan orang menghukum sesama dengan prosedur yang korup (saksi palsu, misalnya). Lebih dari itu, bahkan kalau memang orang bersalah, daripadanya diharapkan pertobatan, bukannya kehancuran. Begitulah lensa ilahi: bagaimana membuat dunia yang carut marut ini makin klop dengan Kerajaan Allah yang terepresentasikan dengan bonum commune yang ramah lingkungan.

Lensa koruptor gak begitu: berapa untung rugi yang kuperoleh. Dasar korup!


HARI SENIN PRAPASKA V B/I
23 Maret 2015

Dan 13,1-9.15-17.19-30.33-62
Yoh 8,1-11

Posting Tahun Lalu: Kemurahan Hati Menuntut Pertobatan