Lirik lagu ini hanya merepresentasikan keyakinan. Bisa dipercaya, bisa juga tidak, bergantung pada perspektif atau kepentingan yang hendak dibela. Meskipun demikian, tolok ukur yang disodorkan lagu ini bukan siapa yang salah dan siapa yang benar, melainkan setiap perspektif atau kepentingan yang legitim tunduk pada substansi yang ditegaskan: ketulusan.
Ketulusan tidak lahir dari niat baik atau political will, tetapi mengawal supaya niat baik atau political will itu membangun disiplin yang membawa siapa saja kepada kebenaran yang sinkron dengan identitas primernya sebagai makhluk bermartabat. Karena itu, ketulusan tidak diukur oleh suara keras atau mayoritas, tetapi oleh hati terbuka pada prinsip-prinsip keadilan sosial, yang sungguh dirindukan setiap insan beriman, apa pun identitas sekundernya.
.

No Comment