Wajah

Published by

on

Orang tak dapat menjumpai wajah Allah dalam kenyamanan kekuasaannya. Kekuasaan cenderung mengacu pada diri sebagai pusat strategis nasional, bahkan internasional, dan semua yang lain mesti tunduk padanya. Allah mungkin mengklaim diri sebagai pusat kekuasaan absolut tunggal, tetapi kekuasaan absolut-Nya itu mengejawantah juga dalam sosok yang disingkirkan dunia. Jadi, jika orang beriman benar-benar hendak menjumpai wajah Allah, tampaknya ia tak berhasil sampai mengalami perjumpaan wajah-wajah mereka yang disingkiri dan disingkirkan dunia.

Cara kerja Allah lebih klop dengan prinsip bottom up daripada top down. Begitulah, orang beriman tunduk kepada-Nya bukan sebagai pengecut yang tak berdaya di hadapan Sang Mahakuasa, melainkan sebagai pribadi bermartabat yang mengadopsi cara kerja Allah. Ia bisa berangkat dari pinggiran dan bersama yang lain merajut wajah Allah bukan atas garis komando, melainkan garis kolaboratif.

Semoga semakin banyak pribadi melihat keluhuran martabat pribadi lain, bukan dari perspektif pusat kekuasaan. Amin.


HARI MINGGU PASKA VI A/2
10 Mei 2026

Kis 8,5-8.14-17
1Ptr 3,15-18
Yoh 14,15-21

Posting 2023: God Save the Gank
Posting 2020: Citra Cinta
Posting 2017: Ateis Oportunis

Posting 2014: Haji Heribertus

No Comment

Previous Post