Panggilan

Published by

on

Teks hari ini bisa diplesetkan dengan imaji romantis mengenai gembala: saling kenal dengan dombanya, melindungi kawanan dalam pagar, menjaga mereka di luar pagar, dan seterusnya. Akan tetapi, pembacaan ini korup jika mengabaikan lanjutan teks mengenai keributan yang ditimbulkan akibat wacana tentang gembala utama itu. Banyak di antara orang -orang Yahudi berkata,”Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan dia?”

Siapakah kiranya yang memberi label setan dan gila itu? Tentu yang tersinggung dengan wacana gembala itu. Loh, bukannya itu wacana indah nan romantis ya? Memang sih, tetapi masalahnya dalam wacana itu juga ditunjukkan pencuri dan perampok. Nah, yang merasa diri tertuduh sebagai pencuri dan perampok kan gak mungkin diem aja: justru karena mereka pencuri dan perampok!
Siapakah mereka? Yang membebani orang sederhana dengan aturan njelimet yang intinya membela status quo kekuasaan politik, ekonomi, bahkan religius. Jadi, orang-orang Yahudi dalam teks Yohanes pasti tidak menunjuk pada ras bangsa Yahudi (lha wong dia juga Yahudi), tetapi pada sekelompok orang yang mengenyam nikmatnya kekuasaan, baik politik maupun religius yang berkelindan dengan ekonomi.

Dulu, menjelang awal milenium ketiga, jumlah panggilan religius meningkat karena sebagian anggota kelompok religius terlibat dalam gerakan melawan status quo Orde Baru. Barangkali, waktu-waktu ini bisa jadi momen yang mirip ketika akar Orde Baru mulai merambat ke sana-sini untuk membela kepentingan oligarki lewat teror ini itu. Gereja, dalam arti apa pun, memang punya pilihan mau ke mana dan pilihan-pilihan itu menunjukkan apa yang dibelanya: soal hasil atau soal cara. Sejauh ini dunia “etika ndhasmu” sudah terpapar ketidakpedulian terhadap cara. God knows.

Tuhan, mohon rahmat keberanian untuk menatap konsekuensi keadilan-Mu. Amin.


MINGGU PASKA IV A/2
26 April 2026

Kis 2,14.36-41
1Ptr 2,20b-25
Yoh 10,1-10

Posting 2023: Baby Box
Posting 2020: Pastor Bonus
Posting 2017: Pastor Jokowuih

Posting 2014: Umat Menggembalakan Imam *

No Comment

Previous Post