Pastor Jokowuih

Gambaran pastor pada teks bacaan hari ini berbeda dengan gambaran pastor yang disodorkan penulis Injil Lukas. Yang disajikan Lukas itu pernah divisualisasikan oleh Paus Fransiskus saat pada pundaknya diletakkan seekor domba. Itu konteksnya gembala yang happy abis karena dombanya yang hilang ditemukan. Kalau ditafsirkan liar ya bisa jadi simbol bahwa si pastor juga membiarkan dirinya searoma dengan yang digembalakannya: sama prengusnya.

Yang dideskripsikan Yohanes lebih menunjuk pada peran atau tugas gembala alias pastor itu. Gembala yang baik dan benar itu sekurang-kurangnya punya tiga karakter. Yang pertama, sebutlah namanya Pastor Jokowuih, ia mestilah mengenal karakter domba-dombanya. Agak lebay juga sih kalau dikatakan dia bisa menyebut domba-dombanya satu per satu seturut namanya. Lha dua ratus sekian juta je. Tapi sudahlah, poinnya dia mengenal nama dan karakter domba-dombanya secara individual. Itu biasa disebut sebagai cura personalis (baca: kura personalis), perhatian pribadi per pribadi, tidak anonim.

Karakter kedua, Pastor Jokowuih ini mengeluarkan domba-dombanya dari kandang berpagar, tempat yang aman dari serangan serigala tetapi pada saat yang sama merenggut keleluasaan atau kebebasan mereka. Tentu aneh kalau pastor atau gembala itu malah mengungkung domba-dombanya di dalam pagar terus. Jogging di alam bebas dan lari-lari di atas papan treadmills tentu beda dong. Akan tetapi, kebebasan itu memang mengandung risiko dan bahaya tertentu.

Maka dari itu, karakter ketiga, Pastor Jokowuih ini mesti berjalan di depan domba-dombanya. Ini bukan semata ing ngarsa sung tulada, yang di depan jadi teladan, melainkan Pastor Jokowuih ini melihat bahaya di depan yang mengancam domba-dombanya. Ia membuka jalan, mencari jalan baru, tetapi bukan dengan modal teriak-teriak mengancam atau menakut-nakuti dombanya supaya mengikuti dia. Domba-dombanya tahu bahwa gembalanya ini mesti menentang bahaya entah panas atau badai sehingga mereka bisa menikmati kebebasan tanpa terperosok jurang.

Apa ada sih di dunia ini Pastor Jokowuih itu? Ya didoakan dan direalisasikan saja toh dalam situasi bangsa yang adem-adem gimanaaaa gitu, karena Jokowuih seharusnya adalah kita, bukan cuma presiden.

Ya Allah, mohon rahmat perlindungan-Mu bagi bangsa kami supaya tak jadi mangsa penjarah-penjarah tamak dengan aneka topeng unyu-unyu mereka, entah topeng agama atau ideologi apapun. Amin.


MINGGU PASKA IV A/1
7 Mei 2017

Kis 2,14.36-41
1Ptr 2,20b-25
Yoh 10,1-10

Minggu Paska IV C/2 2016: Berminat Jadi Kirik?
Minggu Paska IV B/1 2015: Anjing Cakep atau Enak?

Minggu Paska IV A/2 2014: Umat Menggembalakan Imam *

2 replies

  1. selamat malam romo, memperingati minggu panggilan saya dan teman saya memiliki pertanyaan yang cukup membuat kami penasaran, pertanyaannya begini romo, bagaimana kita mengetahui jika kita dipanggil, terpanggil dan merasa dipanggil? terima kasih romo, berkah dalem.

    Like

    • Om Mikhael, pengetahuan seperti ini tak bisa diperoleh seperti orang mendengar namanya dipanggil teman atau guru, misalnya. Pengetahuan itu didapat dari refleksi atau introspeksi orang terhadap dunia batinnya sendiri yang ditatapkan dengan kekayaan rohani dalam agama. Tolok ukurnya ialah kebahagiaan orang yang bersangkutan. Tentu masalahnya ialah bagaimana orang mau mengukur kebahagiaan, kriterianya apa. Dalam hal ini, kriterianya ya nilai2 yang disodorkan panggilan hidup itu: apakah dalam cara hidup itu orang happy, merdeka, berbuah. Setiap saat orang mesti meneliti diri, maka bisa jadi panggilan itu juga terjadi melalu ketertarikan remeh temeh dulu (tertarik popularitasnya, tertarik posisinya, tertarik pekerjaannya), makin lama makin dimurnikan. Berkah Dalem.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s