Collect moments, not things.
-

Simulakra
Saya mengandaikan Anda setuju bahwa Kebenaran memerdekakan orang. Lev Nikolayevitch Tolstoy (1828-1910) konon pernah menulis bahwa Kebenaran itu seperti emas, yang diperoleh bukan dengan mendiamkannya supaya bertambah besar, melainkan dengan menyingkirkan apa saja yang bukan emas. Caranya macam-macam, baik dengan model tradisional dengan mendulang emas atau memanfaatkan air raksa maupun dengan cara modern dengan hidrometalurgi… Read more
-

God in the Dark
Frase “mati dalam penyesalan” kembali akrab bagi telinga saya tetapi maknanya sekarang jadi lebih jelas buat saya karena populernya tagar #Indonesiagelap, yang tidak disukai dan mungkin tidak dipahami oleh Yang Mulia Pejabat status quo. Teks bacaan utama hari ini menyodorkan frase “mati dalam dosamu” yang sama saja dengan frase “berjalan dalam kegelapan” (Yoh 8,11b). Menurut… Read more
-

Tradire
Tradure est tradire. Menerjemahkan itu mengkhianati. Pernyataan itu ada benarnya karena setiap usaha penerjemahan selalu punya keterbatasan dalam menyertakan konteks asal. Bacaan utama hari ini persis sama dengan bacaan kemarin mengenai perempuan yang digelandang ke tempat Yesus yang sedang mengajar di kompleks Bait Allah di Yerusalem. Posisi guru mengajar adalah duduk, sedangkan mereka yang datang… Read more
-

Cincai
Tuhan macam manakah yang tidak menghukum pendosa berat? Apakah Tuhan seperti ini adil? Akan tetapi, apa iya sih Tuhan itu sungguh pernah menghukum atau malah mengasihi manusia? Menjelang pertengahan abad ke-2 Masehi, jumlah penganut kekristenan bertambah besar, tetapi tidak dalam kualitas hidup mereka karena aneka ragam persoalan hidup dihadapi dengan adaptasi dan toleransi. Artinya, semua… Read more
-

Saham
Berhubung saya tak paham pernak-pernik Indeks Harga Saham Gabungan di pasar bursa, saya hanya bisa percaya saja pada warna yang terlihat. Kalau berwarna merah, berarti situasinya tak baik-baik saja, kalau hijau ya baik-baik saja. Akan tetapi, di balik warna itu ada apa, saya sama sekali tak paham. Dalam kondisi seperti itu, saya tinggal menaruh kepercayaan… Read more
-

Epistemic Intelligence
Waktu tidak pernah menyelesaikan masalah kecuali bagi mereka yang malas berolah pikir dan bertindak serta orang putus asa. “Waktu akan membuktikan” menjadi refren bagi orang-orang ini meskipun mereka tidak sedang uji coba di laboratorium kimia atau fisika. Bisa dimengerti, kehidupan ini begitu kompleks, terlalu banyak variabel kemungkinannya sehingga sangat sulitlah memikirkannya tanpa bantuan Artificial Intelligence.… Read more
