Tag: konteks

  • Jumatan

    Jumatan

    Selain eisegesis, bahaya laten yang kerap tak disadari pembaca teks suci adalah anakronisme, ideologi salah kamar. Membaca teks bacaan utama hari ini bisa jadi salah satu contoh anakronisme yang dilakukan sebagian orang Kristen, barangkali Anda. Misalnya, di situ ada kalimat yang diletakkan dalam mulut Yesus “Bapa di dalam Aku dan…

  • Prolepsis

    Prolepsis

    Beberapa hari lalu saya batal bertemu rektor saya dalam acara buka bersama karena saya sudah mendahului buka puasanya dan rektor saya dipanggil presiden bersama rektor-rektor universitas lainnya. Sejauh saya dengar, presiden cukup terusik dengan tagar #kaburajadulu. Saya embohlah, tetapi saya berharap supaya presiden Anda dan saya dijauhkan dari ring satu yang…

  • Vox Populi

    Vox Populi

    Masih di seputaran Pilpres: ada tiga paslon, yang pada akhirnya satu mesti menang dan dua kalah. Saya belum tahu siapa yang satu itu karena saya sudah kerap menyaksikan sepak bola dengan gol-gol yang offside. Ini bukan perkara percaya atau tidak percaya quick count, melainkan perkara legitimasi demokrasi, yang sejatinya bukanlah…

  • Mood

    Mood

    Anda mungkin punya guru yang kadar keguruannya tercoreng karena sifat moodynya. Kalau urusan di rumahnya lagi amburadul, murid-muridnya mesti kena omel bin damprat. Lain hari, jika dari rumah seperti orang menang lotre, guru ini bisa jadi sangat lembut dan baik banget bahkan kepada mereka yang biasanya juga suka bikin perkara…

  • Hukum Rimba

    Hukum Rimba

    Saya tidak tahu mengapa dalam bacaan liturgi Gereja Katolik Indonesia hari ini, frase keterangan waktu ‘delapan hari sesudah segala pengajaran itu’ tidak dicantumkan. Tentu saja, sebagai sebuah cerita, frase itu langsung menimbulkan tanda tanya: emang apa sih segala pengajaran itu? Kan wagu juga, baru saja mau mulai cerita kok langsung…

  • Wajah Cinta

    Wajah Cinta

    Jumat lalu saya mengikuti webinar dengan salah satu nara sumbernya seorang alumna Pesantren (Darul Ulum?) yang mengingatkan saya pada keragaman interpretasi dalam Islam sampai dalam level praktisnya. Kalau saya tidak salah ingat ada empat mazhab yang dipraktikkannya di pesantren itu (Hambali, Hanafi, Maliki, Syafii), dan kepada para santri diberi pengertian…