Living Sacrifice

Immune richSiapakah orang kaya yang disasar Surat Yakobus (bdk. Luk 6,24)?

Mereka adalah orang-orang Yahudi berduit dan punya pengaruh, yang begitu arogan dan tak mau percaya kepada Yesus dan bahkan menganiaya pengikut-pengikut Kristus. Jauh lebih banyak orang Yahudi dari kelompok miskin yang menerima pewartaan Kristus, tetapi mereka ini menjadi bulan-bulanan orang-orang Yahudi kaya yang hatinya bebal.

Kalau yang disasar orang Yahudi berduit yang menindas kelompok miskin saat itu, apa relevansinya untuk Indonesia?

Relevan banget, karena roh mereka juga menghidupi roh orang-orang kaya Indonesia: birokrat atau PNS yang menunda pembayaran gaji guru dan dosen supaya bunganya bisa dimanfaatkan individu atau kelompok; politikus-2 busuk yang menggelontorkan uang (entah berlabel halal atau tidak) untuk mencari kemenangan; tokoh-2 agama yang alih-alih menjadi panutan malah memanfaatkan posisinya untuk memeras umat, mencabuli anak dan perempuan.

Sosok-sosok seperti itu membuat orang ‘normal’ lebih dari sekadar kemropok (gemas, jengkel, marah, seperti ingin menggilas atau melumatnya) sehingga ungkapan ‘buang saja ke laut’ (bdk. Mat 18,6) dari Injil itu kiranya cocok.  Orang-orang munafik seperti itu benar-benar menyesatkan, menipu mentah-mentah orang yang polos hatinya yang tak punya kepentingan politis selain untuk sekadar bertahan hidup.

Bagaimana dengan orang Indonesia yang bukan birokrat, PNS, politikus busuk, tokoh-sesat agama itu tadi? Relevankah bacaan-bacaan hari ini?

Tentu. Bukankah untuk jadi bossy orang tidak harus jadi bos terlebih dahulu, dan untuk korupsi orang tidak harus jadi birokrat dulu atau supaya bisa kemaruk orang tidak harus tunggu jadi caleg? Semua orang yang bermata, tangan, dan kaki memiliki potensi penyesatan: roh yang jahat pun terampil bersembunyi di balik kekayaan, kekuasaan, profit, dan apa saja yang membuat potensi kebaikan menjadi tumpul.

Tidak mengherankan, Yesus menganjurkan supaya orang memiliki aneka upaya untuk membumbui kehidupan ini sambil mewujudkan damai dengan sesama. Bagaimana ya? Mungkin seperti dikatakan Paulus, yaitu dengan “memberikan tubuh (kaki, tangan, mata tadi) sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, yang berkenan kepada Allah” dan inilah ibadah yang sejati! (Rom 12:1).


KAMIS BIASA VII A/2
25 Februari 2014

Yak 5,1-6
Jadi sekarang hai kalian orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kalian… Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar karena upah  yang kalian tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan keluhan mereka telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam… Kalian telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tak dapat melawan kalian.

Mrk 9,41-50
Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut….dan jika mata kalian menyesatkan, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan dua mata dicampakkan ke dalam neraka...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s