The Kingdom of Heaven: upside-down pyramid

Yes 49,14-15
Sion berkata, “Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

1Kor 4,1-5
Hendaknya orang memandang kami sebagai pelayan2 Kristus…Yang akhirnya dituntut dari pelayan seperti ini ialah bahwa mereka terbukti dapat dipercaya. Bagiku sedikit sekali artinya entah aku dihakimi oleh kalian atau oleh pengadilan manusia….Yang menghakimi aku ialah Tuhan.

Mat 6,24-34
Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan… Karena itu aku berkata kepadamu: janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai…tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.


Tuhan menciptakan semesta dengan sumber daya yang mencukupi kebutuhan seluruh manusia di muka bumi ini, tinggal bagaimana manusia mengatur alokasi sumber dayanya. Maka dari itu, tak perlu khawatir bahwa Allah akan melupakan manusia, bahkan meskipun seorang ibu mungkin melupakan bayinya sendiri.

Memang, kekhawatiran orang pada umumnya, orang beriman khususnya, tidak berkenaan dengan kasih Allah terhadap manusia, melainkan dengan bagaimana kasih itu diwujudkan oleh manusianya sendiri: apakah orang menjadi pelayan Kristus yang bisa dipercaya. Pelayan-pelayan seperti ini bukan pelayan liturgi semata, melainkan mereka yang membuka diri pada proyek (keselamatan) Allah sendiri. Proyek ini tidak diwujudkan Allah tanpa kerja sama manusia, yang semestinya bersama-sama mengupayakan bonum commune, kebenaran, keadilan, kasih, persaudaraan demi terwujudnya Kerajaan Allah.

Kerajaan Allah bukan pertama-tama soal rezeki makan minum (yang bisa menjadi sumber pertentangan) melainkan soal keadilan, kebenaran, dan kasih yang melandasi orang untuk berbagi makan minum itu tadi (Rom 14,17). Kalau orang memprioritaskan Kerajaan Allah ini, tentulah keadilan, kebenaran, dan kasih mewarnai sistem pembagian rezeki yang adil juga. Dengan demikian, hal-hal lain memang akan ditambahkan. Jika digambarkan, barangkali Kerajaan Surga merupakan suatu piramida terbalik:

modal-priority

MINGGU BIASA VIII A/2
2 Maret 2014

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s