Go Out Of The Box!

1Ptr 1,3-9
Kegembiraan sejati kita berasal dari keselamatan jiwa yang telah dimulai karena iman kita, bukan dari hasil usaha bisnis kita. Kegembiraan ini pantas kita syukuri.
Mrk 10,17-27

Hanya satu lagi kekuranganmu. Pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.

get_out_of-the_box

Kebahagiaan bukan pertama-tama soal sentimentil (merasa senang, happy, ceria, salah tingkah karena GR), melainkan soal pemaknaan lika-liku hidup manusia. Tidak mau memaknai sudut-sudut lorong hidup berarti juga tidak mau mengalami kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan seperti ini merujuk pada klopnya kehendak, budi dan hati.

Dalam bahasa Italia orang yang menemukan makna akan mengatakan ha senso (konsonan h tidak diucapkan), dan memang bisa kita terjemahkan “masuk akal”, tetapi jelas maksudnya bukan sekadar logis, melainkan juga klop dengan unsur-unsur pengalaman orang. Sekadar catatan, senso tadi juga punya arti arah (jalan).

Orang kaya dalam bacaan Injil hari ini mau mengatakan bahwa ia tidak menemukan kebahagiaan dalam ketaatannya menjalankan seluruh perintah agama. Semua hukum sudah dipenuhinya, semua larangan Tuhan dijauhinya, tetapi dalam hatinya belum juga ia merasa bahagia.

Yesus menangkap bahwa orang kaya ini tak punya arah yang benar: ia mau menjalankan hukum agama demi hukum agama itu sendiri. Ini seperti birokrat yang mati gaya terhadap prosedur dan aturan hukum sehingga hatinya cupet, picik, tidak terbuka pada panggilan cinta.

Hati manusia tidak diciptakan untuk menjalankan aneka hukum. Hati manusia justru berfungsi untuk reading between the lines dan dari situlah perubahan terarah pada kebaikan dunia. Tak mengherankan, orang kaya itu sedih hatinya untuk memenuhi ajakan Yesus: juallah hartamu dan berikan kepada orang miskin, lalu ikutlah Aku. Panggilan ini mengajak orang untuk tidak secara statis memenuhi hukum agama, melainkan secara kreatif memakainya demi kebahagiaan semakin banyak orang.


SENIN BIASA VIII A/2
3 Maret 2014

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s