Lebay sama Hukum

Pentakosta mengakhiri masa Paska dan mengawali masa biasa dalam penanggalan Liturgi Gereja Katolik. Jelas tidak berarti Roh Kudus habis dikonsumsi para rasul, tetapi Roh Kudus senantiasa mencari bentuk manifestasi dalam hidup yang serba biasa, entah biasa di dalam (lingkup Gereja) maupun biasa di luar (lingkup Gereja). [Tapi memangnya ada ya yang di luar lingkup Gereja? Bukankah Gereja itu seluas dunia?) Keduanya sama-sama jadi medan manifestasi Roh Kudus.

Manifestasi Roh Kudus itu mengandaikan disposisi batin tertentu yang dikisahkan dalam Injil hari ini: seorang pemuda kaya bertanya kepada Yesus apa yang mesti dibuatnya untuk memperoleh hidup kekal. Yesus yang selalu update itu menjawab: tentu kamu tahu toh sepuluh perintah Allah dan aneka macam turunannya termasuk Sacrosanctum Concilium? Pemuda kaya itu rupanya sudah siap dengan tanggapan Yesus. “Oh, sejak kecil saya sudah melaksanakannya bahkan sampai pada level PUMR!” Wow!!! Ruaarrrr biasa…. (Biasa di ruar, atau mungkin perlu diruwat ya?)

Karena Yesus tahu benar bahwa hidup kekal tak terletak pada hukum (melainkan pada dinamika relasi dengan pemberi hidup kekal), disodorkannyalah syarat yang lebih fundamental: (1) jual aja hartamu untuk bonum commune alias kesejahteraan bersama (konkretnya pasti langsung berfaedah untuk kaum miskin dan bagi dia sendiri hiburan batin), lalu (2) ikutlah aku!

Nah, syarat pertama pun rupanya tak bisa dipenuhinya karena hartanya banyak banget. Berat sekali rasanya menjual harta benda yang sekian lama dikumpulkannya (seolah lupa bahwa biar bagaimanapun hartanya itu diperoleh dalam struktur sosial yang tak adil, alias ada orang-orang lain yang berkorban, entah disengaja atau tidak). Kelekatan terhadap kekayaan menghambat orang itu untuk mengikuti Kristus! Padahal, hidup kekal adanya pada tindak mengikuti Kristus.

Ya, tapi kan Yesus pun tanya soal hukum Musa dulu toh untuk memperoleh hidup kekal itu? Betul, tapi itu cuma jadi bumbu tambahan. Esensinya ada pada mengikuti Kristus, dan ternyata para rasul ya tak seheboh-heboh atau selebay pemuda kaya itu dalam memandang hukum. Biar bagaimanapun, hukum  tetaplah horisontal; yang vertikal adalah tindak mengikuti Kristus (yang tak mungkin dilakukan tanpa peran Roh Kudus)!


SENIN MASA BIASA VIII 1/B
25 Mei 2015

Sir 17,24-29
Mrk 10,17-27

Posting Tahun Lalu: Go Out of The Box

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s