Sense Of Security

Kesucian bukanlah sebuah prestasi manusia seperti kemenangan dalam perlombaan yang bisa disombongkan kepada orang lain: lihat nih, aku suci! Kristus tidak menunjukkan jalan kesucian seperti itu. Ia memulainya dengan kerendahan hati, menjalaninya dengan penderitaan juga. Kesucian rupanya adalah soal membuka saluran kekuatan Kristus dalam diri kita sehingga akhirnya Kristus sendirilah ‘yang hidup dalam diri kita’ (Gal 2,20a), kualitas Anak Allah itu yang menyeruak keluar dari dalam diri kita.

Mengklaim seperti yang dikatakan Paulus itu gampang, tetapi apakah klaim itu cocok dengan kenyataan, sepertinya tidak semudah orang kristiani sesumbar (entah dengan slogan atau nyanyian)!

Dalam Injil disodorkan dua hal berharga yang bisa jadi tolok ukur. Yang pertama adalah kesejahteraan duniawi: rumah disebut duluan, ladang disebut terakhir. Rumah adalah simbol kenyamanan tempat tinggal, dan ladang merupakan simbol pencaharian untuk maintenance hidup seseorang. Yang kedua adalah relasi-relasi dekat: ayah-ibu, saudara-saudari, istri-suami, anak-anak…

Haruskah orang meninggalkan dua hal itu untuk mengikuti Kristus? Ya, tetapi tidak perlu ditangkap secara literal bahwa anak harus ke Afrika dan istri harus ke Alaska dan suami ke Australia (lha untuk apa bikin rumah?!). Kalau orang hanya bisa merasa aman di rumahnya sendiri, ia tidak happy dengan tempat tinggal lain. Kalau orang hanya bisa merasa aman dengan relasi yang dia miliki, ia pun tidak gembira dengan relasi lainnya. Artinya, kebahagiaannya terbatas, hidupnya pun tidak berkelimpahan oleh tempat tinggal dan relasi lain yang mungkin justru lebih kaya daripada yang sudah dimilikinya.

Perluasan rasa aman terjadi jika orang memberi tempat bagi Allah sebagai sumber rasa aman (yang merelatifkan sumber rasa aman lainnya). Semakin luas rasa aman seseorang, semakin besar pula kebahagiaannya.


SELASA BIASA VIII A/2
4 Maret 2014

1Ptr 1,10-16
Dengan bantuan Roh Kudus, para nabi dengan teliti telah mencari keselamatan bagi manusia (yang juga dicari oleh para rasul dan malaikat) yang ternyata ada pada Yesus Kristus, yang telah menderita, wafat, dan bangkit. Umat Kristen dipanggil untuk mengejar kesucian seperti dihidupi Kristus itu.

Mrk 10,28-31
Sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau perempuan, ibu atau ayahnya, anak-anak atau ladangnya, orang itu sekarang juga akan menerima kembali seratus kali lipat… sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan…ia akan menerima hidup yang kekal.

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s