Penampakan atau Tipu-Tipu?

“Penampakan Bunda Maria tidak jadi di Gunung Sempu; Bunda Maria akan menampakkan diri di Sendangsono.”

Kira-kira seperti itu bunyi pengumuman yang pernah saya ingat ketika saya baru saja lulus SMP dan mengenyam pendidikan kelas nol di Seminari Mertoyudan. Salah seorang guru senior kami rupanya sangat antusias dengan sepak terjang kelompok pecinta penampakan Bunda Maria dari Surabaya ini (yang akhirnya pemimpinnya dipenjara dan tewas bunuh diri) sehingga para seminaris juga bingung. Bagaimana mungkin rencana penampakan Bunda Maria diubah? Apa Bunda Maria ini mencla mencle ato gimana? Aneh sekali.

Bagaimana orang mengendusi penampakan ilahi sungguh terjadi?

Gereja Katolik sangat hati-hati mengenai hal ini jika berkenaan dengan lembaga. Bagaimana secara pribadi orang bisa menyikapi penampakan ilahi itu? Berikut ini catatan ahli eksegese yang diacu oleh blog ini (dah, sebut saja deh namanya: Agustinus Gianto SJ) mengenai aneka peristiwa penampakan setelah kematian Yesus dalam Kitab Suci yang kiranya bisa juga dipakai sebagai pegangan untuk mendeteksi penampakan ilahi.

Penampakan hanyalah salah satu jalan (bukan bukti dan bukan satu-satunya jalan) bagi kepercayaan akan kebangkitan. Kisah-kisah penampakan dalam Perjanjian Baru memuat tiga unsur pokok:

  1. Yang ditampaki gak langsung mengenali Tuhan yang sedang menampakkan diri.  Dua murid yang sedang menuju Emaus mengira orang yang ngobrol bersama mereka itu gak ngerti apa yang baru saja terjadi di Yerusalem (bdk. Luk 24,13-35, terutama ayat 18). Maria Magdalena mengira laki-laki yang bicara dengannya adalah penunggu kebun (Yoh 20,11-18, terutama ayat 15). Murid-murid yang sedang menjala ikan di Danau Tiberias gak tahu siapa orang yang menunggu mereka di pantai (Yoh 21,1-14, khususnya ayat 4). Dalam kesempatan lain murid-murid bahkan mengira Yesus itu hantu (Luk 24,36-37, khususnya ayat 37). Itu kiranya wajar terjadi dalam keadaan mereka yang sedang tidak kondusif. Akan tetapi, dalam keadaan seperti itu, Tuhan membantu mereka untuk memahami pengalaman mereka.
  2. Ada dialog antara Tuhan dan orang yang mendapat penampakan. Dialog itu bisa panjang (dalam perjalanan ke Emaus misalnya), bisa juga hanya sekilas (kisah Saulus dalam Kis 9,3-6), tetapi dapat juga terjadi berulang-ulang dalam masa 40 hari (Kis 1,3b). Relasi dalam dialog ini mengarah pada perubahan besar dan mantap dalam diri orang yang mendapat penampakan. Demikianlah cara Tuhan membantu orang yang percaya agar semakin mengenali yang benar.
  3. Pengalaman penampakan itu membuat orang mulai bersaksi. Akan tetapi, kesaksian ini bukanlah warta mengenai penampakannya sendiri, melainkan mengenai sebuah pokok kepercayaan tertentu, yaitu bahwa Yesus bangkit (Mrk 16,9-20, terutama ayat 20 dan Yoh 20,18); bahwa yang bangkit itu sungguh ada di tengah-tengah para murid (Luk 24,34-35, terutama ayat 35, juga ayat 48); penampakan kepada Saulus menjadi titik balik sehingga ia menjadi Paulus sang rasul. Pembedaan ini penting dan bisa dipakai sebagai pegangan untuk membedakan mana “penampakan” yang menggugah sensasi dan rasa kepo belaka dan mana penampakan yang membangun iman dan memberi rasa aman, damai, dan peneguhan dalam batin.

Oleh karena itu, kalau ada orang yang antusias bercerita mengenai sebuah penampakan langsung melihat atau mendengar suara Tuhan, ceritanya perlu diwaspadai, tak perlu ditelan mentah-mentah. Begitu juga kalau gak ada dialognya sama sekali. Apalagi kalau pesan penampakan itu hanya mengenai penampakannya sendiri (bukannya kesaksian yang membangun iman). Cerita penampakan seperti itu bisa jadi hanya mimpi, angan-angan, atau manipulasi pikiran atau teknologi belaka.

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s