Latihan Doa 9: Cinta Tuhan yang Tak Bersyarat

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
– Kitab Mazmur 139 (Tuhan Engkau telah mencari aku dan mengenal diriku)
– Kitab Yesaya 43,1-7 (Aku memanggil engkau dengan nama dan engkau adalah milik-Ku)
– Injil Yohanes 3,16-21 (Allah sedemikian mencintai dunia sehingga memberikan Putera Tunggal-Nya)
– Surat 1 Yohanes 4,7-16 (Allah adalah Kasih)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat hati yang penuh syukur, hati yang dipenuhi kekaguman karena tahu bahwa Allah yang selalu dekat itu mencintaiku tanpa syarat dan bahwa cinta-Nya untukku jauh lebih besar daripada yang bisa kubayangkan.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Sejauh ini, apa yang paling kusyukuri dalam hidupku? Buatlah daftar berkat yang kuterima dan mengapa berkat-berkat itu yang kuanggap istimewa?
  • Kapan aku merasakan momen paling jelas bahwa Allah mencintaiku tanpa syarat? Seperti apakah rasanya momen-momen berahmat itu? Siapa saja yang ada bersamaku saat itu? Apa yang dikatakan dan dibuat Tuhan kepadaku saat itu dan bagaimana aku menanggapi cinta-Nya waktu itu? Kembali ke pengalaman-pengalaman itu dan nikmati dalam doa.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menghaturkan berkat-berkat dan masa berahmat itu dalam dialog.
Diam di hadapan Tuhan dan cukup mendengarkan-Nya berulangkali mengatakan: Aku sangat mencintaimu; kamu sangat berharga bagi-Ku; Aku selalu bersamamu; Aku takkan meninggalkanmu dan tak pernah meninggalkanmu; jangan takut; percayalah pada-Ku selalu; engkau adalah milikku.
Mohon berkat dan rahmat atas kebaikan Allah itu semua dan tinggal dalam kebersamaan dengan Kristus tersalib atau Bunda Maria.
Tutup dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.