Sakit Boleh, Menderita Jangan

Ada orang yang sakit tetapi tidak menderita, dan sebaliknya, ada orang yang menderita meskipun tidak sakit. Dua hal itu memang berbeda meskipun bisa berkaitan. Sakit lebih menunjuk pada sifat fisik, sesuatu yang menimpa sebagian tubuh seseorang. Sakit itu sendiri bisa berpengaruh pada pribadi seseorang (orang jadi mudah marah, tidak sabar, emosional), tetapi pokoknya adalah bagian fisiknya yang tertimpa problem.

Penderitaan lebih menunjuk pada aspek batiniah seseorang yang tentu saja memengaruhi totalitas kemanusiaannya. Semakin orang dekat dengan Tuhannya, semakin ia kokoh terhadap penderitaan. Kenapa? Karena yang disasar Roh Kudus adalah aspek batiniah itu. Roh Kudus mungkin tidak akan membuat luka bakar orang hilang begitu saja, tetapi Ia pasti meringankan penderitaan orang yang terkena luka bakar itu. Tentu Roh Kudus bisa menjadi agen mukjizat, tetapi itu bukan yang pokok; misi utama-Nya jelas lebih berkenaan dengan hati orang: hati yang berpengharapan, hati yang penuh cinta, hati yang penuh damai, dan sebangsanya.

PAUL AND SILAS+JAILER

Dengan demikian, Roh Penghibur yang dimaksud Yesus memang sungguh tetap hadir meskipun Petrus dan Silas menanggung penganiayaan dari orang banyak atas pewartaan mereka. Roh Penghibur ini yang memberi kekuatan ilahi kepada mereka untuk menghadapi aneka ancaman fisik.

Pada zaman ini mungkin masih ada orang Kristen yang mengidentifikasikan dirinya sebagai rasul Gereja Perdana: siap menanggung sakit fisik demi pewartaan. Tetapi sayang, orang ini lupa bahwa Roh Penghibur ini juga agen yang menuntun orang pada pengetahuan meluas dan mendalam mengenai kebenaran Kitab Suci. Roh Penghibur ini memampukan orang terbuka pada aneka zaman dan mendorong orang mencari bentuk pewartaan baru seturut tantangan yang baru pula. Jika orang tidak sadar akan hal ini, klaim suci keberanian menanggung aniaya demi pewartaan Injil tidak ada isinya: ia terpaku pada bentuk, pada tampilan luar, pada aturan yang tidak selalu sejalan dengan gerak Roh pada setiap momen hidup.


SELASA PASKA VI
Peringatan Wajib St. Augustinus dari Canterburry
27 Mei 2014

Kis 16,22-34
Yoh 16,5-11

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s