Latihan Doa 10: Penghiburan Sejarah Hidupku

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
– Kitab Mazmur 103 (Tuhan Engkau telah mencari aku dan mengenal diriku)
– Surat kepada Jemaat di Roma 8,28-39 (Apa yang dapat memisahkan kita dari cinta Tuhan?)
– Kitab Ulangan 7,6-11 (Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu)
– Injil Yohanes 14,23-31 (Firman yang kamu dengar itu bukanlah dari Aku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat pencerahan sehingga aku mampu menghargai sejarah hidupku sendiri dan memahami bahwa kisahku yang terdiri dari begitu banyak berkat dan penghiburan sesungguhnya hanyalah satu, ungkapan tunggal dari cinta Allah yang personal dan setia kepadaku.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Jika seluruh sejarah hidupku ini adalah sebuah buku, bab-bab apa sajakah isinya? Buatlah outline untuk setiap bab secara singkat, beri porsi lebih untuk pengalaman dan peristiwa penting, khususnya rahmat penghiburan dan berkat penting dalam setiap fase hidup.
  • Ambil waktu untuk melihat bab-bab itu kembali, dengan fokus pada berkat ‘kunci’ yang diterima dalam setiap bab sejarah hidup. Perlu dicatat bahwa bab-bab  yang berbeda ini semuanya saling terhubung, menyatakan suatu pola koheren yang berkenaan dengan cinta Tuhan yang personal dan konstan kepadaku.
  • Siapakah kiranya yang menjadi karakter penting dalam sejarah hidupku? Identifikasi karakter-karakter itu dan lihat bagaimana mereka memberi kontribusi dalam sejarah hidup.
  • Bagaimana kiranya sejarah hidupku berbeda dari sekarang jika berkat dan orang-orang penting dalam hidupku itu tak ada?

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menghaturkan buku sejarah hidupku tadi, termasuk orang-orang yang berpengaruh dalam hidupku; dialogkan hal itu dengan Kristus atau Bunda Maria.
Mohon berkat dan rahmat atas kebaikan Allah itu semua dan tinggal dalam kebersamaan dengan Kristus tersalib atau Bunda Maria.
Tutup dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s